<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446</id><updated>2011-04-21T13:20:44.719-07:00</updated><title type='text'>Kolong Langit</title><subtitle type='html'>Negeri kata, sang pemimpi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>73</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1034989973130431481</id><published>2011-04-18T20:02:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T20:22:07.289-07:00</updated><title type='text'>Harmoni Alam Bumi Maserenpulu</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hu7D6kQh-2c/Taz_xdGHyMI/AAAAAAAAAV8/zYiT7EW7MFM/s1600/Lokasi-Kab-Enrekang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hu7D6kQh-2c/Taz_xdGHyMI/AAAAAAAAAV8/zYiT7EW7MFM/s400/Lokasi-Kab-Enrekang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597129662003660994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Gunung,sungai,dan air terjun.Semua ada di bumi enrekang,  kabupaten yang terletak antara kilometer 196 dan kilometer 281 di utara kota makassar, menjadi salah satu alternatif daerah yang harus dikunjungi di sulawesi selatan.&lt;br /&gt;Daerah ini berbatasan dengan kabupaten tana toraja di sebelah utara, kabupaten luwu di bagian timur, kabupaten sidrap di sebelah selatan, dan kabupaten pinrang di sebelah barat.&lt;br /&gt; Enrekang memiliki wilayah perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian antara 70 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut.Salah satu gunung yang terkenal adalah Gunung Latimojong yang memiliki ketinggian 3.239 meter di atas permukaan laut, dan merupakan gunung tertinggi di sulawesi selatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Segarnya menikmati liburan akhir pekan dengan udara pegunungan yang bebas polusi, tubuh dan pikiran rileks sejenak dari suasana dan rutinitas yang monoton selama sepekan.Kekakuan tembok dan tumpukan kertas serta ingar bingar perkotaan berganti kesegaran udara, air, dan hijaunya pemandangan alam pedesaan.&lt;br /&gt;Bila ingin merasakan nikmatnya kesegaran udara pegunungan dan harmoni alam yang Setelah mengikuti jalan lurus kurang lebih lima kilometer dari pusat kota enrekang, tibalah pengunjung di objek wisata lewaja.&lt;br /&gt;akses jalan menuju lewaja juga relatif mulus, sebagian besar jalan telah menggunakan beton dan hotmix. permandian alam lewaja juga berdekatan stadion massenrempulu enrekang, sehingga semua jenis kendaraan bisa menjangkau objek pariwisata andalan enrekang ini. &lt;br /&gt;pengunjung juga tidak perlu khawatir soal tempat parkir kendaraan, karena objek wisata ini memiliki lahan parkir yang mampu menampung ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk kendaraan besar seperti bus.&lt;br /&gt;biaya masuk juga cukup terjangkau, untuk pengunjung dewasa, cukup mengeluarkan uang rp5000 dan rp4000 untuk pengunjung anak-anak. Pengunjung bisa menikmati semua fasilitas yang tersedia, bisa berenang di kolam renang ukuran besar dan menikmati dinginnya air terjun alam lewaja.&lt;br /&gt;Gugusan pegunungan dengan pohon rindang yang mengelilingi objek wisata ini juga menjadi keindahan tersendiri yang akan menghibur mata para pengunjung.&lt;br /&gt;Tak hanya itu, sungai lewaja yang jernih juga menarik untuk dinikmati para pengunjung. &lt;br /&gt;Pengelola permandian alam lewaja juga menyiapkan kolam renang khusus anak-anak. sarana bermain anak juga tersedia, meski belum terlalu lengkap.&lt;br /&gt;Berplesiran di  enrekang/ tak lengkap jika belum mencicipi makanan khas daerah i yakni, dangke.&lt;br /&gt; kemana pun,  anda berpetualang di Sulawesi, tak akan menemukan makanan ini kecuali di Enrekang.&lt;br /&gt;Dangke, kerap pula disebut keju Enrekang dangke sebetulnya adalah susu kerbau yang dibekukan. Pembekuannya dilakukan dengan cara dimasak terlebih dahulu kemudian diberi enzim papain dari getah pepaya.&lt;br /&gt; Enzim inilah yang secara alamiah akan mengubah susu kerbau,menjadi padat akibat terjadinya pemisahan protein dan air.&lt;br /&gt;Enzim papain, diperoleh dengan cara menggores pepaya muda sehingga getahnya keluar.  Setelah susu telah menggumpal,  pemberian getah pepaya dihentikan agar rasa dangke tidak berubah menjadi pahit.&lt;br /&gt;Usai dimasa,  adonan susu siap dicetak dalam tempurung kelapa yang dibelah menjadi dua bagian. Jika telah membeku,  dangke bisa langsung dimakan dengan cara diiris seperti keju lembaran. Rasanya gurih dengan warna putih kekuningan.Jika tak ingin memakannya langsung, dangke bisa dipanggang maupun digoreng. aroma dangke memiliki kekhasan yang mengingatkan kita pada aroma keju parmesan.&lt;br /&gt;Nah, dangke ini paling pas dinikmati dengan pulu mandoti,  pulu mandoti adalah nama salah satu jenis beras ketan. Keistimewaannya adalah,  saat dimasak, beras ini akan mengeluarkan aroma yang sangat wangi mirip aroma daun pandan.&lt;br /&gt;Istilah pulu mandoti yang diberikan kepada beras ketan ini konon karena aromanya yang bisa tercium hingga jarak 50 meter. &lt;br /&gt;Uniknya lagi,aroma pulu mandoti ini hanya bisa muncul jika ditanam di daerah baraka, salah satu desa di Enrekang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1034989973130431481?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1034989973130431481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1034989973130431481&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1034989973130431481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1034989973130431481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2011/04/harmoni-alam-bumi-maserenpulu.html' title='Harmoni Alam Bumi Maserenpulu'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hu7D6kQh-2c/Taz_xdGHyMI/AAAAAAAAAV8/zYiT7EW7MFM/s72-c/Lokasi-Kab-Enrekang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6723139071718782555</id><published>2008-12-10T18:01:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T18:15:26.640-08:00</updated><title type='text'>MOHON DOA RESTU</title><content type='html'>ASSALAAMU'ALIKUUM WR. WB..&lt;br /&gt;TANGGAL 20 DESEMBER YANG AKAN DATANG KAMI AKAN MULAI MELALUI LUASNYA LAUTAN KEHIDUPAN DALAM BAHTERA RUMAH TANGGA, SEMOGA DALAM PERJALANAN INI BERKAH ALLAH SWT SELALU MENYERTAI.&lt;br /&gt;MOHON DOA RESTU DARI TEMAN TEMAN SEMUA…&lt;br /&gt;SEMOGA KAMI AKAN BERLABUH KE TEMPAT YANG KAMI TUJU... &lt;br /&gt;AMIIN...&lt;br /&gt;WASSALAAMU'ALAIKUM WR. WB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SUB1AW9W4pI/AAAAAAAAAVY/eyI5gaW7zJw/s1600-h/Undangan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 390px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SUB1AW9W4pI/AAAAAAAAAVY/eyI5gaW7zJw/s400/Undangan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278347412301603474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6723139071718782555?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6723139071718782555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6723139071718782555&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6723139071718782555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6723139071718782555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/12/mohon-doa-restu.html' title='MOHON DOA RESTU'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SUB1AW9W4pI/AAAAAAAAAVY/eyI5gaW7zJw/s72-c/Undangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1338824966790798910</id><published>2008-11-18T07:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T08:24:42.040-08:00</updated><title type='text'>Polisi dan Mahasiswa  Makassar perang batu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SSLmntn9jeI/AAAAAAAAAP4/HauFbrclzL8/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 270px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SSLmntn9jeI/AAAAAAAAAP4/HauFbrclzL8/s400/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270028083913395682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SSLmGniXa2I/AAAAAAAAAPw/Q104uXZ1jdY/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 195px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SSLmGniXa2I/AAAAAAAAAPw/Q104uXZ1jdY/s400/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270027515343629154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Antara Yusran Uccang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Makassar bentrok dengan aparat kepolisian di depan kampus mereka di Jalan Sultan Alauddin, Senin (17/11).  Bentrokan berawal saat mahasiswa melakukan aksi pelemparan batu ke arah aparat. Polisi pun menghalau dengan merangsek ke arah mahasiswa yang berunjuk rasa.&lt;br /&gt;Perang batu terjadi hingga 3 kali. Pertama kali terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Terulang lagi pukul 10 45 Wita. Polisi, baik yang berpakaian lengkap dengan tameng maupun tanpa perlengkapan mencoba merangsek masuk kampus, namun dihadang oleh mahasiswa dengan lemparan batu. Tak mau kalah, membalas lemparan batu tersebut yang disaksikan langsung Kapolres Makassar Timur AKBP Kamaruddin.&lt;br /&gt;Aksi ini dipicu adanya kabar seorang  mahasiswa bernama Basir, tertembak aparat. Mahasiswa jurusan Fakultas Ilmu Sosial Polirik itu dikabarkan mengalami luka tembak di pelipis kanan, saat polisi melakukan razia balapan liar di jalan veteran, Makassar minggu dini hari lalu.&lt;br /&gt;Kepada rekan saya yang juga kontributor Sun tv  Basir, mengaku tertembak saat berboncengan dengan seorang perempuan, Martha. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Faisal, tapi kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bayangkara. &lt;br /&gt;Sementara  Dokter forensik di RS Bhayangkara dr Mauluddin M, mengatakan luka dipelipis Basir bukan akibat peluru, tetapi benda tumpul bertepi. Dugaan ini didasarkan luka robek dan memar tidak maksimal akibat luka lecet geser. &lt;br /&gt;Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Burhanuddin Andi juga membatah Basir ditembak. "Sama sekali tidak ada tembakan dari petugas saat itu, lagian tidak ada yang mendengar suara tembakan," kata dia. Tapi, kata dia, polisi belum memeriksa saksi atau meminta keterangan karena belum ada laporan. &lt;br /&gt;Akibat kejadian ini, puluhan mahasiswa berunjuk rasa. Mereka menganggap luka didahi Basir akibat tembakan polisi. Pendemo berorasi dan membakar ban bekas di tengah Jalan Sultan Alauddin hingga sempat memacetkan arus lalu lintas.  Hari ini aksi mahasiswa berlanjut.&lt;br /&gt;Sementara itu Warga Makassar, Sulawesi Selatan, mengecam unjuk rasa mahasiswa yang diwarnai aksi kekerasan dan anarkisme. Selain merugikan masyarakat, unjuk rasa seperti itu bukan cerminan sikap mahasiswa yang seharusnya mengandalkan otak bukan otot. &lt;br /&gt;Atas nama solidaristas, mahasiswa Universitas Muhammadiyah serta Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar beraksi dengan memblokade jalan, melawan aparat, dan mengganggu keteriban umum.&lt;br /&gt;Bahkan bak jawara, para mahasiswa mencari polisi untuk digebuki. Satu rombongan pengantar jenazah yang merasa dihalangi pun marah dan balik menyerang mahasiswa Universitas Islam Negeri Aulaudin yang juga melakukan aksi serupa dengan mahasiswa Unismuh Makassar yang jarak kedua kampus hanya sekitar 500 meter.&lt;br /&gt;Sudah seharusnya Polisi dan Mahasiswa di Makassar Instrospeksi diri. Polisi juga harusnya lebih persuasif dalam mengamankan sebuah aksi unjuk rasa dengan menjalankan protap yang ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1338824966790798910?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1338824966790798910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1338824966790798910&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1338824966790798910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1338824966790798910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/polisi-dan-mahasiswa-makassar-perang.html' title='Polisi dan Mahasiswa  Makassar perang batu'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SSLmntn9jeI/AAAAAAAAAP4/HauFbrclzL8/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-5508347144766456499</id><published>2008-11-17T01:30:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T08:25:12.919-08:00</updated><title type='text'>Perjuangan Kebebasan Pers, Jurnalis Makassar</title><content type='html'>&lt;strong&gt;KEBEBASAN PERS&lt;/strong&gt;, merupakan wujud dari hak untuk memperoleh informasi dan menyatakan pendapat tanpa rasa takut, dan karena itu merupakan prasyarat mutlak bagi demokrasi modern yang sungguh beradab.&lt;br /&gt; Pada dasarnya kebebasan pers merupakan  wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis. &lt;br /&gt;Namun, reformasi dalam bidang media itu ternyata tidak diimbangi dengan perlakuan yang diterima para pekerja jurnalis. Justru ketika jurnalis mulai terlibat dalam demokratisasi dan pencerdasan bangsa, ancaman terhadap jurnalis dan kebebasan pers kian terasa. Berbagai perlakukan pun diterima para kuli tinta, mulai dari pers diadukan, dituntut penjara,  diduduki kantornya, bahkan ada jurnalis yang  peralatannya dirusak.&lt;br /&gt;Padahal dalam undang undang  pers juga diatur tentang  pemberian sanksi bagi jurnalis yang melakukan kesalahan peliputan.&lt;br /&gt;Pertanyaan sekarang. Mengapa kebebasan pers masih sebatas angan-angan? Hal itu tentunya terjadi karena penerapan hukum di negeri ini masih belum berjalan sebagaimana diharapkan. Penerapan hukum yang tegas, tanpa pilih kasih,masih sebatas retorik belaka. Ini sangat berbahaya, karena negara bisa hancur karena lemahnya penegakan hokum, terlebih jika para jurnalis kita bisa dibungkam. &lt;br /&gt;Kondisi itulah yang terlihat saat ini. Adalah fakta, meski berbagai kebebasan itu sudah&lt;br /&gt;diatur dalam perundang-undangan, namun belum memasyarakat.Misalnya saja, Undang-undang Pers No.40.Tahun 1999 ternyata aparat penegak hukum masih banyak yang belum tahu. Jangan tanya pada mereka pasal demi pasalnya. Mendengar saja pun mereka belum pernah..&lt;br /&gt;Namun yang lebih ironis lagi  bagi yang sudah tahu malah bersikap acuh, seakan undang-undang pers itu tidak valid. Kondisi itulah yang membuat mereka menolak menggunakan Undang-undang Pers dengan berbagai macam alasan.. &lt;br /&gt;Di makassar beberapa waktu lalu  Kapolda Sulselbar irjen Pol Sisino Adiwinoto dalam beberapa kesempatan berbicara di depan umum mengatakan, bahwa publik yang dirugikan oleh pemberitan media massa bisa langsung mengadukan wartawan ke polisi untuk dikenai pasal pidana, tanpa harus menempuh mekanisme hak jawab atau menulis surat pembaca.&lt;br /&gt;Padahal Undang-undang No 40/1999 tentang pers  memberikan kesempatan untuk melakukan hak jawab kepada pihak-pihak yang dirugikan. &lt;br /&gt; Pernyataan Kapolda Sulselbar itul kemudian diprotes oleh sejumlah jurnalis di makassar yang tergabung dalam Koliasi jurnalis tolak kriminalisasai pers yang dikordinatori, Upi Asmaradhana dan menyebut ucapan Sisno itu  sebagai upaya polisi mengkriminalkan profesi jurnalis dan tidak sesuai dengan UU Pers Nomor 40/1999 yang mengatur hak jawab dalam sengketa pemberitaan pers. &lt;br /&gt;Beberapa aksi juga telah dilakukan koalisi jurnalis di Makassar termasuk demonstrasi dan penggalangan tandatangan sekitar 200 jurnalis media lokal dan nasional yang ada di Makassar.Bahkan koalisi  yang diwakili Upi kemudian  mengadukan pernyataan Sisno ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), DPR RI, Komnas HAM, Dewan Pers, dan ke Presiden SBY melalui juru bicaranya Andi Mallarangeng.&lt;br /&gt;Silang pendapat antara  Koalisi jurnalis makassar dengan  Sisno Adiwinoto ini kemudian berujung pada pemeriksaan Upi sebagai saksi, dan belakangan ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulselbar.&lt;br /&gt;Bahkan Kamis 13 November lalu Upi asmaradhana Kordinator kolaisi didampingi sejumlah pengacaranya  telah memenuhi surat panggilan polisi yang bernomor S.pg/669/XI/2008/Dit Reskrim. Untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara Pidana Mengadu secara Menfitnah dengan tulisan dan Menghina dengan tulisan di muka umum sesuatu kekuasaan yang ada di Negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 317 ayat (1) KUHPidana dan atau Pasal 311 (1) KUHPidana Subs Pasal 207 KHUPidana.&lt;br /&gt;Pemanggilan Upi sebagai tersangka pun menuai aksi protes sejumlah Jurnali yang ada di Indonesia dengan menggelar aksi unjuk rasa di dearh mereka masing- masing.&lt;br /&gt; Dengan realita dan pemahaman seperti itu wajar saja berbagai kasus delik pers pada akhirnya diselesaikan menurut kehendak Polisi, Jaksa, dan Hakim, yakni menggunakan kitab undang undang hukum pidana, dan komunitas pekerja jurnalis akhirnya satu persatu menjadi korban, masuk penjara, akibat pengebiriaan terhadap undang undang pers oleh para penegak hokum itu sendiri.&lt;br /&gt;Kebebasan pers bisa berjalan dengan baik jika semua pihak menyadari betapa mulia dan pentingnya fungsi kebebesan pers, yang diemban para pekerja jurnalis. &lt;br /&gt;Jurnalis yang baik tentunya akan bekerja secara  profesional dalam menjalankan fungsi kontrolnyanya dengan penuh tanggungjawab. Selalu kritis dengan keadaan,selalu berpihak pada rakyat, dan terus meningkatkan kemampuannya dalam membuat suatu berita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-5508347144766456499?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/5508347144766456499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=5508347144766456499&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5508347144766456499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5508347144766456499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/perjuangan-kebebasan-pers-jurnalis.html' title='Perjuangan Kebebasan Pers, Jurnalis Makassar'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7862622619224167180</id><published>2008-11-13T17:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T18:09:25.253-08:00</updated><title type='text'>Melawan Kriminalisasi Pers</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRzc4GWq_5I/AAAAAAAAAPU/EBcZ6uMZCko/s1600-h/crime.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRzc4GWq_5I/AAAAAAAAAPU/EBcZ6uMZCko/s400/crime.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268328520453128082" /&gt;&lt;/a&gt;FOTO ANTARA/Yusran Uccang     &lt;br /&gt;                                                       &lt;br /&gt;Kehidupan sosial yang ditandai kehendak bersama melakukan perubahan, demokratisasi menuju perbaikan kesejahteraan hidup, sudah pasti tidak berjalan tanpa peran media massa, terutama pers di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, wajah pers adalah cerminan wajah masyarakatnya. Liputan pers mewakili kondisi sebenarnya dari keberadaan masyarakatnya. Jika liputan pers sarat persoalan, hal ini mencerminkan persoalan yang ada dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang saat ini ditampilkan pers, banyak liputan korupsi di berbagai lembaga dan organisasi, maka begitulah wajah masyarakat. Karakter pers ini didasari prinsip faktual, yang terjadi atau yang diindikasi terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sifat pers pada faktualitas, pers memiliki dua karakter, menampilkan berita yang menyenangkan (support) dan menyakitkan (critic). Fungsi kritik pers ini yang sering menimbulkan salah tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pihak yang merasa ketika kritik itu dialamatkan kepadanya, salah tafsir itu digiring kepada persoalan pencemaran nama baik. Inilah yang kemudian dialami salah satu pekerja pers di Makassar, Upi Asmaradhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya pencemaran nama baik menjadi perspektif dominan, tunggal, dan memaksa lembaga-lembaga peradilan digunakan dalam menghadapi problem pers ketika menjalankan fungsi kritik. Tidak hanya lembaga peradilan, tetapi elemen-elemen masyarakat, organisasi pun secara linear memanfaatkan jargon budaya pencemaran nama baik dalam menyikapi kritik pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pascareformasi lahir UU Pers sebagai aturan main dunia media massa (pers) yang dinilai sebagai keputusan politik demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, reformasi dalam bidang media itu ternyata tidak diimbangi dengan perlakuan yang diterima komunitas pers. Justru ketika pers mulai terlibat dalam demokratisasi dan pencerdasan bangsa, ancaman terhadap jurnalis dan kebebasan pers makin terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai tindakan dilakukan mulai dari pers diadukan, dituntut penjara, dipukuli, diancam denda, diduduki kantornya, peralatannya dirusak, dll. Padahal dalam UU Pers juga memungkinkan pemberian sanksi bagi jurnalis yang melakukan kesalahan peliputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang No 40/1999 tentang pers juga memberikan kesempatan untuk melakukan hak jawab kepada pihak-pihak yang dirugikan. Bukan sebaliknya, kecenderungan melakukan kriminalisasi terhadap pers dan menguatkan penggunaan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) untuk menyelesaikan kasus-kasus jurnalistik (pers).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan jurnalistik itu urusannya dengan hukum perdata, jika menyangkut hukum pidana maka bentuk hukumannya bukan kurungan tetapi denda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriminalisasi pers adalah problem budaya, problem berpikir, dan bertindak, yang menjangkiti orang perorang, birokrasi, dan lembaga-lembaga yang tetap hidup dalam suasana dan iklim demokratisasi yang menghambat dan mengerdilkan demokratisasi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, penting dicatat dalam sejarah kehidupan publik, sebenarnya masih banyak �karang terjal� yang dihadapi dalam membangun demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalangan pers dan media massa, sudah sepatutnya kasus seperti yang dialami Upi dan rekan-rekan pers lainnya menjadi catatan tersendiri secara internal membenahi kembali kelembagaan dan keorganisasian pers yang bertebaran dan saling berbenturan menjadi konsolidasi&lt;br /&gt;kelembagaan dan keorganisasian yang solid,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau paling tidak saling mendukung dan memahami satu sama lain. Di samping itu, pers harus mampu menjadikan kasus ini menjadi momentum tracking individu-individu, partai-partai, organisasi-organisasi, dan institusi-institusi yang masih menganut budaya pencemaran nama baik dalam konteks tradisi kolonial. (&amp;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan diatas diambil dari Tajuk rencana Harian Fajar rabu (12/11)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7862622619224167180?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7862622619224167180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7862622619224167180&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7862622619224167180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7862622619224167180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/melawan-kriminalisasi-pers.html' title='Melawan Kriminalisasi Pers'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRzc4GWq_5I/AAAAAAAAAPU/EBcZ6uMZCko/s72-c/crime.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3105409075910202626</id><published>2008-11-09T17:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T17:50:18.730-08:00</updated><title type='text'>Masa kecil Imam samudera dikenal penakut</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SReTKxr4CVI/AAAAAAAAAPE/sjGGFDxpB3Y/s1600-h/imam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 102px; height: 99px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SReTKxr4CVI/AAAAAAAAAPE/sjGGFDxpB3Y/s400/imam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266840102578424146" /&gt;&lt;/a&gt;Cengeng dan penakut. Begitu Imam Samudera dikenal keluarganya. Meski cengeng, Abdul Aziz, begitu nama asli Imam Samudera, sudah terlihat pintar. Di kelasnya, Aziz selalu mendapat juara pertama.&lt;br /&gt;Menurut keluarganya, pria yang waktu kecil dipanggil Aziz itu sangat cekatan dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan (IPA) dan kerajinan tangan.&lt;br /&gt;Namun, anak ke 8 dari 11 bersaudara itu tidak pandai dalam bidang matematika.&lt;br /&gt;Namun sikap penakut dan cengeng tidak ditemui lagi saat Aziz dewasa. Aziz tumbuh menjadi pria yang keras.&lt;br /&gt;Aziz yang berganti nama menjadi Imam Samudra bahkan mengaku bertanggung jawab pada sejumlah pengeboman di tanah air sejak tahun 2000. Nama Imam Samudra pertama kali muncul dari keterangan tersangka yang diringkus terkait peristiwa bom Natal di Batam dan bom Atrium Senen, Jakarta.&lt;br /&gt;Sebelum kembali ke Indonesia, pria kelahiran Kampung Pelong Gede, Serang, Banten 14 Januari 1970 ini sempat tinggal di Malaysia dan Afghanistan. Di dua negara itulah, Imam belajar soal senjata api dan bom.&lt;br /&gt;Imam Samudra juga dikenal sebagai teroris yang gemar berkomunikasi dengan internet. Bahkan, dia masih berchatting ria dari balik jeruji tahanan.&lt;br /&gt;Dengan bantuan sipir LP Kerobokan Bali, Beni Irawan, tersangka bom Bali yang diketahui merupakan otak pengemboman menyelundupkan komputer jinjing (laptop) ke dalam tahanan. Berdasarkan bukti yang dimiliki polisi, laptop itu dikirim Agung Setiadi alias Salaful Jihad pada 5 Mei 2005.&lt;br /&gt;Beni pun dijatuhi hukuman 5 tahun penjara karena dinilai terbukti menyelundupkan dan memberikan laptop kepada terpidana mati Bom Bali I Imam Samudra.&lt;br /&gt;Sementara Imam Samudra, kembali dijadikan tersangka untuk kasus cyber crime. Polisi mensinyalir, melalui jaringan internet, Imam Samudra menyebarkan propaganda dan pertukaran informasi.&lt;br /&gt;Imam chatting melalui internet relay chat (IRC) di kanal "cafeislam" dan "ahlul sunah". Perbincangan itu dilakukan sebelum peledakan bom Bali II pada 2005.&lt;br /&gt;Setelah bom Bali I 12 Oktober 2002 silam, Imam Samudra hampir tak pernah tinggal menetap. Namun perjalanannya berakhir saat dia hendak melarikan diri ke Sumatera.&lt;br /&gt;Imam ditangkap tanpa perlawanan di sebuah bus di Pelabuhan Merak, Jawa Barat, 26 November 2008. Dua hari setelahnya, pria yang saat itu berusia 35 tahun itu dibawa ke Bali untuk menjalani pemeriksaan intensif.&lt;br /&gt;2 Juni 2003, Imam Samudra mulai diadili di ruang sidang Gedung Nari Graha, Renon, Denpasar. Jaksa menuntutnya dengan hukuman mati karena terlibat langsung pengeboman.&lt;br /&gt;Imam Samudra diketahui sebagai orang yang membagi tugas masing-masing orang untuk pengeboman yang diklaim terdasyat setelah peristiwa World Trade Center Amerika Serikat itu.Dan akhirnya pada 10 September, anak pasangan Titin Embay dan Sihabuddin itu pun dihukum mati di Nusakambangan tepat pukul 00.15 Wib, bersama Amrozi dan Ali Gufron.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3105409075910202626?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3105409075910202626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3105409075910202626&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3105409075910202626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3105409075910202626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/masa-kecil-imam-samudera-dikenal.html' title='Masa kecil Imam samudera dikenal penakut'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SReTKxr4CVI/AAAAAAAAAPE/sjGGFDxpB3Y/s72-c/imam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-5408033603512562032</id><published>2008-11-09T17:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T17:37:17.768-08:00</updated><title type='text'>Amrozi Cs akhirnya dieksekusi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SReQRFWXbyI/AAAAAAAAAO8/kZ_whZ4NqoE/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 94px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SReQRFWXbyI/AAAAAAAAAO8/kZ_whZ4NqoE/s400/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266836912401248034" /&gt;&lt;/a&gt;Jenazah tiga terpidana mati kasus bom Bali I minggu (09/11) kemarin  dimakamkan. Ribuan pelayat mengantarkan Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Ghufron (Mukhlas) ke peristirahatan terakhir. &lt;br /&gt;Detik demi detik proses ekekusi, hujan deras menyamarkan suaranya. Amrozi, Mukhlas, serta Imam Samudera lekas berdiri dan mendirikan salat di dalam sel masing-masing. Mereka tidak melewatkan satu detik pun malam yang tidak berbulan tersebut tanpa ibadah.&lt;br /&gt;Karena itu, bunyi pintu terali besi yang dibuka pukul 22.00 Sabtu malam tidak mengejutkan karena mereka memang masih terjaga. Di luar sel, hujan baru saja reda. Suara katak bersahutan memecah kesunyian malam yang bisu di Lapas Batu. Angin malam menerbangkan bau tanah, menggantikan bau laut.&lt;br /&gt;”Mereka sama sekali tidak terkejut. Seperti sudah berfirasat,” kata salah seorang petugas di LP Nusakambangan, mengingat momen yang menurut dia tidak akan bisa dia lupakan seumur hidup itu.&lt;br /&gt;Lalu, apa tanggapan mereka saat ditanya kesiapannya untuk dieksekuis? Mereka menjawab, ”Insya Allah siap. Tapi jangan disakiti.” Tidak ada teriakan emosional. Mereka memang sudah tahu akan datangnya malam terakhir itu yang memang sudah mereka tunggu untuk melengkapi konsep mati syahid menurut mereka.&lt;br /&gt;Malam beranjak larut dan bulan pun tetap belum terlihat. Ketiganya lalu bersiap menanti kedatangan regu eksekutor yang hendak menjemput mereka. Mandi dan berwudu mereka lakukan. Tidak ketinggalan setelan gamis putih plus celana panjang setumit warna gelap, cokelat atau hitam, mereka kenakan. Tidak lupa harum wangi minyak Arab mereka balurkan ke baju. ”Wangi dan sudah bersih saat dijemput,” lanjut sumber itu.&lt;br /&gt;Amrozi dan Mukhlas mengenakan peci putih. Imam membalut rambut sebahunya dengan peci putih yang dikombinasi ikat-kepala cokelat kehitaman. Rambut dan janggut mereka tetap dibiarkan berurai.&lt;br /&gt;Sandal jepit warna putih dan alas kaki biru menemani langkah. Di dalam sel mereka melanjutkan membaca doa hingga saat penjemputan tiba. Sipir yang berdinas di tahanan teroris kembali membuka pintu. Proses serah terima kepada anggota Brimob usai pukul 23.05 WIB.&lt;br /&gt;Proses itu diikuti dengan pemborgolan tangan mereka ke arah depan dan pemasangan rantai di bagian kaki. Mereka meminta mata tidak ditutup. ”Tidak ada perlawanan,” tambah sumber itu.&lt;br /&gt;Saat itulah Amrozi memekikkan takbir yang diikuti Imam dan Mukhlas. Sekitar lima kali mereka bertakbir. Anggota Brimob membujuk mereka agar tidak berteriak keras-keras dan dijawab Amrozi dengan seloroh, ”Nggak apa-apa, Pak. Kita ini kan hanya ngusir setan.” Brimob itu diam.&lt;br /&gt;Semuanya lalu dibawa ke luar, menuju jalan di depan Lapas Batu. Keadaan sel tetap sunyi mencekam. Napi yang lain, yang letaknya jauh dari sel Amrozi dkk, tidak memberikan respons. Ada lima pintu yang mereka lewati sebelum menghirup udara di depan lapas. Saat mendaki tangga yang memisahkan antara bangunan penjara yang ada di kontur tanah bagian bawah dan kantor yang di atas, anggota Brimob yang mengapit satu per satu memperlakukan mereka dengan sabar.&lt;br /&gt;”Sopan banget,” tegas sumber itu. Tidak ada yang diseret atapun dipaksa. Urutannya adalah Amrozi, Imam, dan Mukhlas. Mereka tidak membawa Alquran ataupun tasbih. Semua lampu lapas juga dihidupkan selama proses tersebut. Tapi, tidak lama kemudian, HP dan HT serta segala tanda yang dikenakan di baju sipir diminta Brimob untuk dilepas dan disita sementara. Mereka khawatir pin itu adalah kamera tersembunyi.&lt;br /&gt;”Amrozi terlihat paling pucat. Waktu bertakbir, suaranya tidak lagi nyaring. Nglokor. Tapi mencoba tegar,” bebernya. Saat dibawa ke lokasi ekskusi, juga tidak ada ucapan perpisahan dengan sipir.Juga tidak ada berkas apa pun yang mereka tanda tangani.&lt;br /&gt;Begitu sampai di depan lapas, mereka langsung masuk mobil Mitsubishi Strada yang telah ready dan duduk di jok tengah. Mobil itu ditumpangi delapan personel bersenjata lengkap, termasuk yang mengenakan tutup kepala.&lt;br /&gt;Iring-iringan bergerak sekira pukul 23.15. Mobil Mitsubhisi itu ada di tengah rombongan sebagaimana geladi bersih yang dilakukan pada Sabtu pagi. Namun, proses tersebut sedikit terkendala saat tiga ambulans tidak mampu mendaki terjal dan licinnya jalan menuju ke lokasi eksekusi yang letaknya di bekas Lapas Nirbaya, kurang lebih 6 kilometer arah selatan Lapas Batu.&lt;br /&gt;Proses eksekusi lancar, tanpa halangan. Mereka juga tidak melawan. Posisinya, dengan regu tembak menghadap ke depan, Amrozi berada di paling kiri, Imam di tengah, dan Mukhlas di kanan. Mereka tidak mau mengenakan penutup mata. ”Jadi hanya memejamkan mata dan menunduk saat ditembak,” urai sumber Fajar.&lt;br /&gt;Kejaksaan Agung mengakui bahwa ketiganya dieksekusi tanpa penutup mata. ”Ini sesuai permintaan tiga terpidana itu. Jadi dengan mata tidak tertutup,” ujar Kapuspenkum Kejagung Jasman Pandjaitan di Kantor Kejakgung kemarin dini hari.&lt;br /&gt;Jarum jam menunjuk pukul 00.15 saat mereka dinyatakan telah tewas dengan masing-masing satu tembakan. Sesudah didor, jenazah yang dibungkus kantong mayat warna kuning dimaksukkan ke keranda sederhana yang dibuat dari bambu dan diletakkan di bak belakang Mitsubishi Strada. Apakah sebelum ditembak mereka bertakbir? ”Iya,” jawab sumber itu. Ketika eksekusi selesai, bulan sudah terlihat separuh dan gerimis mulai turun. Saat proses itu berlangsung, Kapolda Jateng Irjen Pol FX Sunarno dan Kalapas Batu Sedijanto menunggu di rumah dinas pejabat lapas. &lt;br /&gt;Menurut aturan, memang tidak semua orang bisa menghadiri eksekusi mati kecuali tim medis, rohaniwan, jaksa, dan tim eksekutor. Pukul 01.05 WIB, rombongan kembali dari tempat eksekusi. Hujan mulai turun.&lt;br /&gt;Jenazah lalu dibawa ke balai pengobatan milik lapas untuk otopsi dan dibersihkan. Sekira pukul 02.00 WIB, kerabat Amrozi dan Mukhlas, Ali Fauzi dan Syuhada, datang dan melakukan proses perawatan. Mulai dari memandikan, mengafani, dan menyalati. Pukul 06.06 WIB helikopter terbang membawa mereka. Saat itu suasana cukup tegang. Lantaran begitu tegangnya, terjadi insiden.&lt;br /&gt;Ketegangan bermula saat seorang polisi berseragam melihat dua orang yang tidak berseragam di atas tower di sebelah utara-timur Lapas Batu. Posisi itu sangat dekat dengan helipad. Padahal, heli yang sudah memuat jenazah tiga orang itu belum tinggal landas. Khawatir terjadi sabotase, petugas berseragam itu mengeluarkan tembakan untuk menyuruh dua orang di atas tower itu –yang sebenarnya juga polisi agar turun.&lt;br /&gt;Dua orang itu belakangan diketahui sebagai anggota komunikasi elektronik yang memasang jammer untuk mengacak sinyal HP. Amrozi dkk telah pergi dan tidak akan kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-5408033603512562032?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/5408033603512562032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=5408033603512562032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5408033603512562032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5408033603512562032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/amrozi-cs-akhirnya-dieksekusi.html' title='Amrozi Cs akhirnya dieksekusi'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SReQRFWXbyI/AAAAAAAAAO8/kZ_whZ4NqoE/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1729832577698894828</id><published>2008-11-06T18:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-13T18:13:33.257-08:00</updated><title type='text'>Mahasiswa UMI Bentrok Lagi, 1 Kritis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SROj7amc17I/AAAAAAAAAN8/T3gQwRLV03A/s1600-h/umi2.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SROj7amc17I/AAAAAAAAAN8/T3gQwRLV03A/s400/umi2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265732630474446770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Antara foto (Yusran uccank) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa UMI Bentrok Lagi, 1 Kritis&lt;br /&gt;Libatkan Fakultas Teknik dengan Mapala; Korban Luka Terkena Tebasan Parang dan Anak Panah; Korban Luka Tiga Orang; Polisi Amankan Pistol, Papporo, Parang, Badik, dan Senjata Lainnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Makassar, Tribun - Dua kelompok mahasiswa di Universitas Muslim Indonesia (UMI) terlibat bentrok di kampus mereka, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (6/11) sore.&lt;br /&gt;Bentrokan melibatkan mahasiswa fakultas teknik dengan mahasiswa yang tergabung di unik kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UMI.&lt;br /&gt;Akibat bentrokan tersebut, seorang mahasiswa fakultas teknik, Fajrin (25), mengalami luka parah akibat terkena tebasan parang dan anak anak panah di bagian leher. Hingga tadi malam, korban masih kritis di Rumah Sakit Ibnu Sina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dua mahasiswa teknik lainnya, Al Gazali (22) dan Bombong (23), juga menderita luka akibat bentrokan tersebut dan dilarikan RS Ibnu Sina. Namun luka keduanya tak separah Fajrin.&lt;br /&gt;Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Kapolresta Makassar Timur, AKBP Kamaruddin, yang datang ke lokasi mengatakan, polisi sudah menyita sejumlah senjata tajam dan senjata rakitan, termasuk dua pistol dan dua papporo, sudah diamankan polisi.&lt;br /&gt;Sedangkan Pembantu Rektor III UMI, Mas'ud Sar Msc, mengatakan, pimpinan universitas sangat menyayangkan kasus yang disebutnya memalukan itu.&lt;br /&gt;"UMI adalah tempat untuk menuntut ilmu, bukan ajang tawuran. Kami sangat kecewa dengan tindakan seperti ini,"kata Mas'ud.&lt;br /&gt;Ini adalah tawuran kesekian yang melibatkan mahasiswa di Makassar. Tiga hari sebelumnya, dua kelompok mahasiswa Universitas 45 Makassar juga terlibat tawuran di kampus mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SROkNIk9RSI/AAAAAAAAAOE/-MOZAVsNAtg/s1600-h/umi.bmp"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 251px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SROkNIk9RSI/AAAAAAAAAOE/-MOZAVsNAtg/s400/umi.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265732934873990434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipicu Pamlet&lt;br /&gt;Informasi yang dihimpun di Kampus UMI menyebutkan, aksi tawuran dipicu oleh pemasangan pamflet yang dilakukan sekelompok anggota Mapala di kawasan fakultas teknik, Rabu (5/11).&lt;br /&gt;Sekelompok mahasiswa fakultas teknik tidak menerima pemasangan spanduk tersebut sehingga jadi adu mulut. Namun aksi perkelahian masih bisa dilerai oleh petugas satpam kampus.&lt;br /&gt;Namun keesokan harinya, tiba-tiba sekretariat Mapala yang terletak tidak jauh dari gedung fakultas teknik diserang oleh orang.&lt;br /&gt;Versi seorang saksi, penyerangan dilakukan oleh Fajrin, Gazali, dan Bombong. Fajrin bahkan menghunus badik sambil mengejar anak-anak Mapala yang berhamburan.&lt;br /&gt;Penyerangan terjadi di saat anggota Mapala sedang merayakan ulang tahun organisasi mereka. Puluhan anggota Mapalaberlari menyelamatkan diri hingga ke pintu gerbang UMI di Jl Urip Sumoharjo.&lt;br /&gt;Namun setelah berkumpul di dekat gerbang kampus, giliran anggota Mapala yang berbalik menyerang Fajrin cs yang sudah berada di tengah Jl Urip Sumoharjo.&lt;br /&gt;Karena jumlah yang tak seimbang, Fajri, Gazali, dan Bombong menjadi sasaran amukan anggota Mapala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SROwIkuhU3I/AAAAAAAAAOM/dWDjbvnUvUY/s1600-h/umi3.bmp"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 273px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SROwIkuhU3I/AAAAAAAAAOM/dWDjbvnUvUY/s400/umi3.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265746050670482290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fajrin pun tergeletak di atas aspal dengan luka parah di bagian leher belakang yang terkena tebasan parang dan bagian perut tertancap anak panah.&lt;br /&gt;Sejumlah polisi dan staf kampus menolong korban yang saat itu masih memegang sebilah badik. Polisi kemudian mengamankan badik tersebut dan membawa korban ke RS Ibnu Sina.&lt;br /&gt;Sedangkan Gazali dan Bombon yang juga terkena anak panah di bagian perut dan kepala masih kuat berjalan ke RS Ibnu Sina yang hanya dipisahkan jalan dengan kampus UMI.&lt;br /&gt;Melihat kejadian tersebut, puluhan mahasiswa fakultas teknik menyerang sekretariat Mapala. Namun aksi tersebut tidak berlangsung lama karena ratusan polisi dari Polwiltabes Makassar dan Polresta Makassar Timur langsung membubarkan aksi tersebut.&lt;br /&gt;Puluhan polisi patroli bermotor (patmor) juga masuk ke dalam Kampus UMI membubarkan aksi tersebut. Sejumlah kawasan di dekat sekretariat Mapala kemudian disisir polisi. Hasilnya, polisi menemukan puluhan senjata yang digunakan oleh kedua kelompok.&lt;br /&gt;selain senjata api rakitan, polisi juga mengamankan belasan parang panjang, sebuah tongkat yang berisi besi tajam, satu panah yang terbuat dari bambu, empat anak panah dari besi, dan ketapel.&lt;br /&gt;Saat sebelum insiden berdarah tersebut, puluhan polisi sudah berjaga- jaga depan kampus Universitas 45 yang tak jauh dari kampus UMI menyusul informasi yang menyebutkan tawuran kembali akan pecah di kampus tersebut.&lt;br /&gt;Beberapa mahasiswa 45 juga sudah sempat saling lempar dalam skala kecil. Namun aksi tersebut berhasil dihalau petugas. Namun tanpa diduga tawuran justru terjadi di kampus UMI&lt;br /&gt;Menurut Kapolsekta Panakukang AKP Satria, pihak kepolisian masih menyelidiki apa penyebab dan siapa pelaku dari tawuran ini, selain itu belum ada mahasiswa yang diamankan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1729832577698894828?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1729832577698894828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1729832577698894828&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1729832577698894828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1729832577698894828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/mahasiswa-umi-bentrok-lagi-1-kritis.html' title='Mahasiswa UMI Bentrok Lagi, 1 Kritis'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SROj7amc17I/AAAAAAAAAN8/T3gQwRLV03A/s72-c/umi2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-2239315055795131763</id><published>2008-11-05T08:40:00.000-08:00</published><updated>2008-11-05T08:53:07.943-08:00</updated><title type='text'>Perjalanan Anak Kolong Langit</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRHPToX_0xI/AAAAAAAAAN0/pxoEZn8JsAQ/s1600-h/images%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 82px; height: 125px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRHPToX_0xI/AAAAAAAAAN0/pxoEZn8JsAQ/s400/images%5B8%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265217375535354642" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam  perjalanan hidup, cita-cita terbesar seorang anak kolong langit hanya ingin menuju kesempurnaan. Kadang mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia dalam kehidupan di bawah kolong langit .&lt;br /&gt;Perjalanan anak kolong langit menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkahnya. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, “kesempurnaan”..&lt;br /&gt;Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menentukan sikapnya. Ada yang berjuang untuk melaluinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan.&lt;br /&gt;Apa rahasia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, dan ilmu. Karena menurut anak klong langit dengan cinta hidup menjadi indah. Dan dengan engan ilmu hidup menjadi mudah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-2239315055795131763?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/2239315055795131763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=2239315055795131763&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2239315055795131763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2239315055795131763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/langkah-anak-kolong-langit.html' title='Perjalanan Anak Kolong Langit'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRHPToX_0xI/AAAAAAAAAN0/pxoEZn8JsAQ/s72-c/images%5B8%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3487237568851060879</id><published>2008-11-04T03:21:00.001-08:00</published><updated>2008-11-04T03:26:35.797-08:00</updated><title type='text'>Akhir sebuah petualangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRAxOgmR9ZI/AAAAAAAAANU/hbHzKOwR88U/s1600-h/asrul_OK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRAxOgmR9ZI/AAAAAAAAANU/hbHzKOwR88U/s400/asrul_OK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264762089734534546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3487237568851060879?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3487237568851060879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3487237568851060879&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3487237568851060879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3487237568851060879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/akhir-sebuah-petualangan.html' title='Akhir sebuah petualangan'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SRAxOgmR9ZI/AAAAAAAAANU/hbHzKOwR88U/s72-c/asrul_OK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-8632011182153290216</id><published>2008-11-02T18:17:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T18:21:22.145-08:00</updated><title type='text'>Sebatas huruf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SQ5fyi4mopI/AAAAAAAAANM/XTV6kGmPRjY/s1600-h/images%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 113px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SQ5fyi4mopI/AAAAAAAAANM/XTV6kGmPRjY/s200/images%5B1%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264250336405004946" /&gt;&lt;/a&gt;aku hanya sebatas huruf&lt;br /&gt;diantara deretan kata&lt;br /&gt;bersusun menyamping, kebawah&lt;br /&gt;dalam halaman demi halaman&lt;br /&gt;sebuah buku tebal&lt;br /&gt;diantara deretan bukubuku &lt;br /&gt;di rakrak panjang perpustakaan&lt;br /&gt;di satu ruang gedung menjulang&lt;br /&gt;berserak, tegak&lt;br /&gt;di kotakota dalam dadamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-8632011182153290216?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/8632011182153290216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=8632011182153290216&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8632011182153290216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8632011182153290216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/sebatas-huruf.html' title='Sebatas huruf'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SQ5fyi4mopI/AAAAAAAAANM/XTV6kGmPRjY/s72-c/images%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1504887594630970414</id><published>2008-11-02T17:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-02T17:38:29.200-08:00</updated><title type='text'>Sun TV Ramaikan TV Lokal</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SQ5Vpt_nGHI/AAAAAAAAANE/RPNtdWaMT_E/s1600-h/SUNTV+Logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SQ5Vpt_nGHI/AAAAAAAAANE/RPNtdWaMT_E/s200/SUNTV+Logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264239189652084850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 02-11-2008  &lt;br /&gt;Sun TV Ramaikan TV Lokal &lt;br /&gt;Makassar, Tribun - Satu lagi stasiun televisi hadir di Makassar. Sun TV akan ikut meramaikan TV lokal di Sulsel dan sekitarnya. Televisi yang diawaki sejumlah wartawan senior di Sulsel ini muncul lewat frekwensi 31.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Direktur PT Sun TV Makassar, Husain Abdullah, mengatakan, masyarakat bisa menikmati siaran Sun TV di Makassar, Parepare, Gowa, Pangkep, Barru, hingga Luwu Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kehadiran Sun TV untuk ikut memberikan pendidikan, hiburan, dan nuansa baru bagi masyarakat," jelas Husain di Makassar, Sabtu (1/11). Dalam tayangan, Sun TV akan lebih fokus pada masalah politik, hukum, budaya, dan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wartawan televisi ikut bergabung dalam kru Sun TV. Mereka mendisain berita dan tayangan dari kantor yang terletak di Jl Urip Sumiharjo, Makassar. Wartawan yang tergabung kembali dilatih khusus untuk menyesuaikan dengan segmen dan kebijakan Sun TV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanyakan kami sebagian besar perkembangan lokal Sulsel dan sekitarnya," tegas Husain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1504887594630970414?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1504887594630970414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1504887594630970414&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1504887594630970414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1504887594630970414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/11/sun-tv-ramaikan-tv-lokal.html' title='Sun TV Ramaikan TV Lokal'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SQ5Vpt_nGHI/AAAAAAAAANE/RPNtdWaMT_E/s72-c/SUNTV+Logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3864017551684371734</id><published>2008-08-19T08:11:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T08:16:20.007-07:00</updated><title type='text'>Menikah denganmu...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SKrjq5398TI/AAAAAAAAAM8/YFi6hhlcqr8/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SKrjq5398TI/AAAAAAAAAM8/YFi6hhlcqr8/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5236247843001200946" /&gt;&lt;/a&gt;Sayang.. &lt;br /&gt;akan kulamar engkau&lt;br /&gt;Dengan senyumku&lt;br /&gt;Tanda tunangannnya &lt;br /&gt;dengan harum bauku&lt;br /&gt;Sayang… &lt;br /&gt;kapan kita menikah&lt;br /&gt;sekarang, besok, atau lusa…&lt;br /&gt;ah..aku ingin nikah besok saja denganmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3864017551684371734?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3864017551684371734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3864017551684371734&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3864017551684371734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3864017551684371734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/08/menikah-denganmu.html' title='Menikah denganmu...'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SKrjq5398TI/AAAAAAAAAM8/YFi6hhlcqr8/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6796812643212594262</id><published>2008-08-15T09:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-15T09:50:32.598-07:00</updated><title type='text'>Merah Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SKWzTkheRHI/AAAAAAAAAM0/bQbFITXnlBg/s1600-h/merah+putih.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SKWzTkheRHI/AAAAAAAAAM0/bQbFITXnlBg/s200/merah+putih.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234787290691028082" /&gt;&lt;/a&gt;Gemuruh apakah yang aku dengar ini  &lt;br /&gt;       Apakah ini deru perjuangan masa silam &lt;br /&gt;       di tanah periangan  &lt;br /&gt;       Ataukah gaduh hidup yang rusuh &lt;br /&gt;       karena dikhianati dewa keadilan. &lt;br /&gt;       Aku terkesiap. Sukmaku gagap. Apakah aku &lt;br /&gt;       dibangunkan oleh mimpi &lt;br /&gt;       Apakah aku tersentak &lt;br /&gt;       Oleh satu isyarat kehidupan  &lt;br /&gt;       Di dalam kesunyian malam &lt;br /&gt;       Aku menyeru-nyeru kamu Merah putihku.. &lt;br /&gt;       Apakah yang terjadi ?&lt;br /&gt;       Merah putihku...&lt;br /&gt;       Lihatlah kenyataan disaat ini&lt;br /&gt;       Lihatlah apa adanya sekarang ini&lt;br /&gt;       Engkau tiada lagi menjadi pusaka seperti dulu&lt;br /&gt;       Rela bercucurkan darah untuk menjagamu selalu berkibar&lt;br /&gt;       Engkau tiada lagi keramat seperti awalmu&lt;br /&gt;       Rela meregangkan nyawa saat musuh mengancam kedaulatanmu&lt;br /&gt;       Saat ini telah berubah merah putihku&lt;br /&gt;       Engkau hanyalah penghias sepanjang lorong negeri ini&lt;br /&gt;       Engkau hanyalah tanda petunjuk saja saat ini&lt;br /&gt;       Merah putihku....&lt;br /&gt;       Sampai kapan engkau  bertahan....&lt;br /&gt;       Dalam negeri yang penuh kedustaan akan kamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6796812643212594262?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6796812643212594262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6796812643212594262&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6796812643212594262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6796812643212594262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/08/merah-putih.html' title='Merah Putih'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SKWzTkheRHI/AAAAAAAAAM0/bQbFITXnlBg/s72-c/merah+putih.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3196762805285584082</id><published>2008-08-04T12:32:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:17.463-08:00</updated><title type='text'>Apa kabar para penindas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SJdbaFlH_HI/AAAAAAAAAMs/l56LpEV0pac/s1600-h/index1%5B1%5D.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SJdbaFlH_HI/AAAAAAAAAMs/l56LpEV0pac/s200/index1%5B1%5D.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230749995946736754" /&gt;&lt;/a&gt;Wahai kaum penindas..&lt;br /&gt;Percayalah kelak senjata dan granatmu takkan berarti apa-apa..&lt;br /&gt;Karena sebuah ikrar telah menggelembung didada..&lt;br /&gt;Demi satu perjuangan tanpa henti..untuk sebuah kemerdekaan sebagai manusia&lt;br /&gt;sesungguhnya..&lt;br /&gt;Sedikit pergerakan merubah seluruh pergolakan&lt;br /&gt;Sekedar menyatakan jiwa revolusioner&lt;br /&gt;Segala daya upaya dikerahkan agar penindasan dihentikan&lt;br /&gt;Seluruh jiwa, pikiran dan hati diserahkan agar manusia sadar...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3196762805285584082?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3196762805285584082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3196762805285584082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3196762805285584082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3196762805285584082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/08/apa-kabar-para-penindas.html' title='Apa kabar para penindas'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SJdbaFlH_HI/AAAAAAAAAMs/l56LpEV0pac/s72-c/index1%5B1%5D.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4920956167514655675</id><published>2008-07-18T11:43:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:17.666-08:00</updated><title type='text'>Jurnalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SIDnsRzDr2I/AAAAAAAAAMk/EgCXFMF-kfc/s1600-h/jurnalis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SIDnsRzDr2I/AAAAAAAAAMk/EgCXFMF-kfc/s200/jurnalis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224430315627589474" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang jurnalis hendaknya berguru &lt;br /&gt;pada sumber tulisannya &lt;br /&gt;baik dari nara sumber &lt;br /&gt;maupun berguru pada pengamatannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4920956167514655675?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/4920956167514655675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=4920956167514655675&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4920956167514655675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4920956167514655675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/07/jurnalis.html' title='Jurnalis'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SIDnsRzDr2I/AAAAAAAAAMk/EgCXFMF-kfc/s72-c/jurnalis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-2973744895370672316</id><published>2008-07-11T11:51:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:17.728-08:00</updated><title type='text'>Takut..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SHesyW_XEEI/AAAAAAAAAME/FfBTfwQ5cBA/s1600-h/anak-takut.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SHesyW_XEEI/AAAAAAAAAME/FfBTfwQ5cBA/s320/anak-takut.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5221832274124148802" /&gt;&lt;/a&gt;Tahukah engkau apa itu takut&lt;br /&gt;Sebab aku pernah melihatnya sekali. &lt;br /&gt;Ketika orang-orang Tionghoa terbatuk-batuk &lt;br /&gt;dengan kulit muka kian pucat &lt;br /&gt;sambil mengemasi pakaian dan menggenggam harta benda &lt;br /&gt;yang hampir hangus terbakar karena api kesenjangan membakar toko-tokonya&lt;br /&gt;Tak bisa kusebutkan&lt;br /&gt;Apa mereka nasionalis atau ekstrimis &lt;br /&gt;Sebab semua istilah seketika menjelma menjadi senjata&lt;br /&gt;Kalian tahu apa itu takut&lt;br /&gt;Kalian  pernah mendengar tentang ketakutan&lt;br /&gt;Dan aku pernah melihatnya sekali. &lt;br /&gt;Ketika mahasiswa  terengah-engah kabur &lt;br /&gt;menuju ke dalam kampusnya &lt;br /&gt;dengan kening berdarah sambil mengusap-usap mata &lt;br /&gt;yang perih dan mengingat-ingat ajaran dosennya &lt;br /&gt;tentang bagaimana menghadapi panser tentara &lt;br /&gt;yang begitu pendiam karena kehilangan mata hati&lt;br /&gt;Syukurlah kita tahu apa itu takut!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-2973744895370672316?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/2973744895370672316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=2973744895370672316&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2973744895370672316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2973744895370672316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/07/takut.html' title='Takut..'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SHesyW_XEEI/AAAAAAAAAME/FfBTfwQ5cBA/s72-c/anak-takut.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6554491650243829075</id><published>2008-07-08T11:56:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:18.118-08:00</updated><title type='text'>Rinduku malam ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SHO50c4JztI/AAAAAAAAAL8/KldyjG0kyGE/s1600-h/Night.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SHO50c4JztI/AAAAAAAAAL8/KldyjG0kyGE/s320/Night.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220720703808589522" /&gt;&lt;/a&gt;Aku ingin engkau tahu&lt;br /&gt;Rinduku malam ini&lt;br /&gt;Tapi tidak serupa angin&lt;br /&gt;Yang kan bawa luka&lt;br /&gt;Karena dia sesat&lt;br /&gt;Sering tak tau ke mana&lt;br /&gt;Juga bukan awan&lt;br /&gt;Tuk titip bawa tulisan&lt;br /&gt;Karna dia tak singgah lama&lt;br /&gt;Di satu sisi hati&lt;br /&gt;Aku hanya sekedar&lt;br /&gt;Ingin kau tau&lt;br /&gt;Rinduku malam ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6554491650243829075?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6554491650243829075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6554491650243829075&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6554491650243829075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6554491650243829075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/07/rinduku-malam-ini.html' title='Rinduku malam ini'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SHO50c4JztI/AAAAAAAAAL8/KldyjG0kyGE/s72-c/Night.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7853299670120382222</id><published>2008-07-05T11:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:18.222-08:00</updated><title type='text'>Liberalisasi Pers</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SG-5DH7_4WI/AAAAAAAAAL0/Or1KL8Q6SYw/s1600-h/pers.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SG-5DH7_4WI/AAAAAAAAAL0/Or1KL8Q6SYw/s320/pers.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5219593956467138914" /&gt;&lt;/a&gt;Wartawan,bagiku merupakan sosok pahlawan yang menjadi guru bagi publik.Dari hasil kegiatan jurnalistik mereka, hitam dan putih  kehidupan dunia ini dapat tersajikan dengan sempurna. Naas, masih banyak nasib wartawan di negeri berpenghuni ratusan juta jiwa ini tertatih-tatih dalam kubangan kemiskinan. &lt;br /&gt;Tetap banyak pula jurnalis yang terpaksa nge-job menjadi tim media politik, guna menopang kehidupan keluarganya. Lihat saja, realitas dunia jurnalistik di negeri yang dilokomotifi duet kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK) ini masih terseok-seok dalam era euforia. &lt;br /&gt;Terhitung semenjak pasca-reformasi bergulir, kebebesan pers diakui mencapai puncaknya. Hampir tak ada lagi pembredelan surat kabar oleh pemerintah dengan dalih mengganggu kestabilitasan nasional. Sudah bukan eranya lagi, wartawan dituntut untuk selalu memberikan kabar baik seperti hasil pembangunan dan sebagainya. Tapi, kini telah berubah haluan seratus delapan puluh derajat. Justru wartawan masa kini dituntut selalu bersikap kritis. &lt;br /&gt;Hanya saja pada era reformasi ini, muncul paham liberalisasi pers  yang justru menodai misi suci dari keberadaan pers itu sendiri. Banyak jurnalis yang kehilangan kekuatan "ideologi kebertuhanan" akibat kian tergerus masuk dalam hedonisitas pers nasional. Justru permasalahan penting mengenai keselamatan nyawa wartawan-yang bekerja layaknya kerja seorang intelejen; selalu berada dalam ancaman. Ancaman ini bisa berupa alam dan ulah manusia sendiri. Terkhusus wartawan peliput dunia kriminalitas yang lebih banyak berkecimpung dalam dunia kriminal, pastilah kerap mendapatkan intimadasi baik pihak yang merasa terpojokkan. &lt;br /&gt;Maka, bagiku dan mungkin bagi kalian wartawan adalah profesi yang serba-beresiko tinggi pada keselamatan nyawa.Kini baru terpikir, betapa pentingnya bekal ilmu keselamatan diri bagi para jurnalis kala melakukan kegiatan peliputan baik di darat, laut maupun udara. Dengan memberikan modal pelatihan serta skill yang berkaitan dengan upaya penyelamatan diri kala berada dalam situasi darurat itu, kiranya kuasa meminimalisir jatuhnya korban nyawa dari kalangan jurnalis kala bertugas. &lt;br /&gt;Hanya yang menjadi kelemahan mentalitas publik, budaya bangsa ini kerap melupakan peristiwa sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7853299670120382222?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7853299670120382222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7853299670120382222&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7853299670120382222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7853299670120382222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/07/liberalisasi-pers.html' title='Liberalisasi Pers'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SG-5DH7_4WI/AAAAAAAAAL0/Or1KL8Q6SYw/s72-c/pers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6678272859116467794</id><published>2008-06-26T04:12:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:18.362-08:00</updated><title type='text'>Kebebasan Pers</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SGN6lF0iKpI/AAAAAAAAALk/T6mR47QuFVo/s1600-h/images%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SGN6lF0iKpI/AAAAAAAAALk/T6mR47QuFVo/s320/images%5B10%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216147571061435026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;KETAKUTAN &lt;/strong&gt;terhadap kebebasan pers bukanlah omong kosong. Bahkan kebebasan pers kerap menjadi momok yang menakutkan. Menakutkan bagi pemegang kekuasaan. Mengapa? Karena lembaga pers juga dianggap memiliki sebuah “kekuasaan” tersendiri. Sehingga pekerja jurnalis dianggap dapat mengganggu dan membahayakan kekuasaan para penguasa.&lt;br /&gt;Hal itu banyak pihak berupaya menguasai pers. Berbagai cara pun bisa ditempuh para penguasa. Misalnya memanggil pemimpin redaksi untuk 'mengendalikan' arah pemberitaan. Menelepon lembaga pers sambil meminta agar pemberitaan yang dianggap merugikan segera dicabut. Atau, mengancam lembaga pers dan wartawan secara fisik dan mental. Lebih parahnya lagi, adalah pembredelan kantor media massa. Gambaran kelam terhadap kebebasan pers itu sering menghantui para jurnalis di Tanah Air. Kebebasan pers merupakan perwujudan dari hak untuk memperoleh informasi dan menyatakan pendapat tanpa rasa takut, dan karena itu merupakan prasyarat mutlak bagi demokrasi modern yang sungguh beradab. &lt;br /&gt;Pada dasarnya kebebasan  pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis. &lt;br /&gt;Pertanyaan sekarang. Mengapa kebebasan pers masih sebatas angan-angan? Hal itu bisa terjadi karena penerapan hukum di negeri in masih belum berjalan sebagaimana diharapkan. Penerapan hukum yang tegas, tanpa pilih kasih,masih sebatas retorik belaka. Ini sangat berbahaya, karena negara bisa hancur karena lemahnya penegakan humum,apalagi kalau pers bisa dibungkam. Kondisi itulah yang terlihat dewasa ini.&lt;br /&gt;Adalah fakta, meski berbagai kebebasan itu sudah diatur dalam perundang-undanga, namun gaungnya belum memasyarakat.Misalnya saja, Undang-undang Pers No.40.Tahun 1999 ternyata aparat penegak hukum masih banyak yang belum tahu. &lt;br /&gt;Jangan tanya pada mereka pasal demi pasalnya. Mendengar sajapun mereka belum pernah. Sangat ironis! Bagi yang sudah tahu malah bersikap acuh, seakan undang-undang pers itu tidak valid. Kondisi itulah yang membuat mereka menolak menggunakan Undang-undang Pers dengan berbagai macam alasan.. Pers bahkan dituding sebagai pihak yang membuat undang-undanganya sendiri, membela korpsnya,sehingga kata mereka, sudah barang tentu undang-undang pers hanya menguntungkan komunitas pers bila terjadi delik pemberitaan.&lt;br /&gt;Dengan realita dan pemahaman seperti itu wajar saja kalau berbagai kasus delik pers pada akhirnya diselesaikan menurut kehendak polisi, Jaksa, dan Hakim, yakni menggunakan KUH pidana, dan komunitas pers akhirnya satu persatu menjadi korban, masuk penjara, akibat pengebirian UU Pers oleh pihak luar. &lt;br /&gt;Kondisi seperti itu sudah banyak terjadi, dan cukup menakutkan bag komunitas pers sekaligus mengancam kebebasan pers. Sangat ironis jika sebuah karya jurnalistik harus berakhir di terali besi.&lt;br /&gt;Kebebasan pers bisa berjalan dengan baik jika semua pihak menyadari betapa mulia dan urgen fungsinya yang diemban para pekerja jurnalistik. Pers yang baik akan menerapkan manajemen profesional dalam menjalankan fungsinya dengan penuh tanggungjawab. Selalu kritis terhadap keadaan,selalu berpihak pada rakyat, terus meningkatkan kemampuannya dalam reporting.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6678272859116467794?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6678272859116467794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6678272859116467794&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6678272859116467794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6678272859116467794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/06/kebebasan-pers.html' title='Kebebasan Pers'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SGN6lF0iKpI/AAAAAAAAALk/T6mR47QuFVo/s72-c/images%5B10%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7075355951278230508</id><published>2008-05-23T21:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T21:47:46.961-07:00</updated><title type='text'>Sisno Vs Waratawan</title><content type='html'>Di Makassar, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Polisi Sisno Adiwinoto mengancam akan mempidanakan media dan wartawan yang memperolok-olok citra para pejabat di Sulawesi Selatan. Sisno seperti dikutip Tribun Timur (20/5) juga meminta para pejabat yang merasa dirugikan agar melaporkan keberatan tersebut kepada aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti. Sisno dalam hal ini, telah berupaya melakukan kriminalisasi terhadap Undang-Undang Pokok Pers. Sebuah gerakan, pembungkaman kebebasan dan daya kritis pers.&lt;br /&gt;Berbagai kalangan memprotes pernyataan kapolda tersebut, Seperti dikutip di Oke Ozone, Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara tidak setuju dengan pernyataan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Sisno Adiwinoto yang cenderung setuju memidanakan jurnalis.&lt;br /&gt;Menurutnya, wartawan tidak bisa dipidanakan hanya karena mengkritik pemerintah, apalagi jika beritanya berimbang dan sudah ada cek dan ricek. Kecuali wartawan membuat berita untuk memeras dan sebagainya.&lt;br /&gt;"Jadi, bukan karena dikritik lalu wartawan dipidanakan," tukasnya, Senin (19/5/2008).&lt;br /&gt;Jika praktek kriminalisasi pers yang marak di era Orde Baru atau Orde Lama kembali dipraktekkan, kata Leo, hal itu akan merugikan masyarakat sendiri. Sebab institusi pemerintahan tidak akan terkontrol, dan akibatnya perilaku koruptif akan tak terkontrol juga.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Leo menyarankan agar Sisno datang ke dewan pers jika merasa dirugikan pers.&lt;br /&gt;"Saya kira Pak Kapolda, kalau ada pers yang salah diadukan dulu ke dewan pers. Agar jelas salahnya apa dan bagaimana penyelesaiannya," ujarnya.&lt;br /&gt;Kota Anging Mammiri" telanjur terstigma sebagai "kota terpanas" di negeri ini. Sedikit-sedikit terjadi bentrokan. Setiap aksi mahasiswa selalu berujung ricuh, selain tawuran antar fakultas. Demo warga juga berakhir kisruh, termasuk isu yang menjurus suku, ras, agama, dan antargolongan yang berkembang cepat.&lt;br /&gt;Makassar ibarat menyimpan magma yang setiap saat siap membuncah dari perut bumi menjadi lahar panas. Setiap kali ada aksi unjuk rasa mahasiswa hampir bisa dipastikan berujung ricuh atau bentrok. Bukan saja dengan aparat kepolisian yang saat ini justru lebih menahan diri, tetapi juga dengan masyarakat sendiri.&lt;br /&gt;Sisno mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu ingin menghapus stigma tentang kota makassar &lt;br /&gt;dan sulsel pada umumnya, " Niatnya baik" hanya saja caranya yang tidak benar, sisno pun mengancam mahasiswa dengan  UU No 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat hukum menjadi landasan hukum bagi peserta unjuk rasa dan polisi sehingga semua pihak harus taat kepada hukum yang mengatur unjuk rasa. Sejumlah aksi unjuk rasa mahasiswa dibubarkan paksa aparat kepolisian, dengan alasan mahasiswa tidak mengantongi izin dari polisi.&lt;br /&gt;Tindakan tegas polisi itu tentunya mendapat perlawanan keras dari mahasiswa di makasar, mahasiswa pun makin berani melawan polisi dan hampir dua bulan Sisno adiwinoto menjabat sebagai kapolda di Sulsel, tercatat 15 kasus bentrokan mahasiswa dengan aparat kepolisian.&lt;br /&gt;Sisno membanting setir, ia kemudian berusaha mengintervensi wartawan khususnya wartawan elektronik, Sisno bahkan berkali kali menuding wartawan sebagai dalang di balik aksi aksi anarkis  yang terjadi di makassar. Saat ini hampir tiap hari terdengar di handy talky polisi, para kapolwil dan kapolres terus mengingatkan anggotanya di lapangan agar memantau gerakan wartawan, Sisno mengancam akan memenjarakan wartawan yang terbukti melakukan provokasi.&lt;br /&gt;Sungguh malang nasibmu Sisno kamu berada di kota yang salah, ini Makassar Bung!!! &lt;br /&gt;Jurnalis Makassar tidak bisa dibungkam dengan penjara atau bahkan kematian. &lt;br /&gt;Apalagi hanya dengan sebuah ancaman!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7075355951278230508?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7075355951278230508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7075355951278230508&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7075355951278230508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7075355951278230508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/05/sisno-vs-waratawan.html' title='Sisno Vs Waratawan'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7620446390401714431</id><published>2008-05-13T09:36:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:18.519-08:00</updated><title type='text'>Tak ada yang abadi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCnE6Vef8dI/AAAAAAAAALc/k1K_rfKdgF8/s1600-h/s.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCnE6Vef8dI/AAAAAAAAALc/k1K_rfKdgF8/s320/s.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199903751252472274" /&gt;&lt;/a&gt;Aku masih sering melukis wajahmu pada langit malam &lt;br /&gt;beberapa bintang yang mengembalikan angan ke masa itu&lt;br /&gt;Dulu. Di kotaku ketika ku bersamamu, kita berlari diantara kerlip &lt;br /&gt;menari sendiri nikmati bebas lepas di semesta.&lt;br /&gt;Meski hati masih sama, meski kucoba sadari fana. &lt;br /&gt;kumengerti tak ada yang abadi &lt;br /&gt;dunia ini selalu berubah, begitupun hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7620446390401714431?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7620446390401714431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7620446390401714431&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7620446390401714431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7620446390401714431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/05/tak-ada-yang-abadi.html' title='Tak ada yang abadi'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCnE6Vef8dI/AAAAAAAAALc/k1K_rfKdgF8/s72-c/s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7001113925177132123</id><published>2008-05-13T09:13:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:18.720-08:00</updated><title type='text'>Selamat Malam</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCm_Ylef8bI/AAAAAAAAALM/AW-MKBefVr8/s1600-h/images%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCm_Ylef8bI/AAAAAAAAALM/AW-MKBefVr8/s320/images%5B7%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199897673873748402" /&gt;&lt;/a&gt;Selamat Malam Kata&lt;br /&gt;Kata siapa berkata-kata&lt;br /&gt;menyekat kata-kata kita&lt;br /&gt;diam yang binasa&lt;br /&gt;cerita duka syair kelana&lt;br /&gt;hilangnya sukmah sumpah serapah&lt;br /&gt;terlalu banyak sudah kata&lt;br /&gt;dicampakkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7001113925177132123?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7001113925177132123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7001113925177132123&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7001113925177132123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7001113925177132123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/05/selamat-malam.html' title='Selamat Malam'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCm_Ylef8bI/AAAAAAAAALM/AW-MKBefVr8/s72-c/images%5B7%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6493438453006003626</id><published>2008-05-13T08:49:00.001-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:18.798-08:00</updated><title type='text'>Makassar</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCm7UFef8aI/AAAAAAAAALE/UmWRk9kIlo8/s1600-h/images%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCm7UFef8aI/AAAAAAAAALE/UmWRk9kIlo8/s320/images%5B2%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199893198517825954" /&gt;&lt;/a&gt;Kota Makassar (dahulu daerah tingkat II berstatus kotamadya; dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujungpandang atau Ujung Pandang) adalah sebuah kotamadya dan sekaligus ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Kotamadya ini adalah kota terbesar di pada 5°8′ LS 119°25′ BT, di pesisir barat daya pulau Sulawesi, menghadap Selat Makassar. Makassar dikenal mempunyai Pantai Losari yang indah.&lt;br /&gt;Makassar berbatasan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Pangkajene Kepulauan di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.&lt;br /&gt;Kota ini termasuk kota kosmopolis, banyak suku bangsa tinggal di sini. Di kota ini ada suku Makassar,Bugis,Toraja dan Mandar.Di kota ini ada pula komunitas Tionghoa yang cukup besar. Makanan khas Makassar adalah coto Makassar, Roti Maros, Kue Tori', Palabutung,Pisang Ijo dan sop konro.&lt;br /&gt;Makassar memiliki wilayah seluas 175,77 km² dan penduduk sebesar kurang lebih 1,25 juta jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6493438453006003626?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6493438453006003626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6493438453006003626&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6493438453006003626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6493438453006003626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/05/makassar.html' title='Makassar'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCm7UFef8aI/AAAAAAAAALE/UmWRk9kIlo8/s72-c/images%5B2%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4558435099926715560</id><published>2008-05-08T00:58:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:18.865-08:00</updated><title type='text'>Rencana kenaikan BBM, kembali menuai protes</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCKzwVE6uAI/AAAAAAAAAKk/cmqmffU1UKg/s1600-h/bentrok+uin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCKzwVE6uAI/AAAAAAAAAKk/cmqmffU1UKg/s320/bentrok+uin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197914562811836418" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah pemerintah menganggap dana APBN makin menipis, akhirnya mereka memutuskan menaikkan BBM.Pemerintah berencana menaikkannya pada awal juni 2008 mendatang sebesar 3o persen. Lagi-lagi menurut Kang SBY,memang berat harus mengambil keputusan menaikkan BBM, selain itu merupakan keputusan tidak populis juga akan memberatkan masyarakat kecil, tapi tidak ada cara lain katanya.&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat setuju dan sebagian lagi tidak setuju, tentu saja kelompok terbanyak adalah masyarakat yang bersikap apatis - hanya bisa mengeluh karena tidak dapat berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;"Sangat tidak masuk diakal sehat kita alasan yang dikemukakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM" mungkin seperti itulah yang dikemukakan salah seorang pengunjug di warung kopi daeng Anas Jalan pelita Makassar. &lt;br /&gt;BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat, sehingga berapapun Kenaikan harga BBM, tentunya akan mempengaruhi harga barang lainnya.&lt;br /&gt;Bahkan beberapa hari lalu kalau tidak salah ingat hari Senin tgl (6/5) Sekelompok mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar terlibat bentrok dengan polisi di depan kampus UIN, Jl Sultan Alauddin, Makassar.&lt;br /&gt; Bentrokan itu dipicu oleh aksi demonstrasi mahasiswa yang menentang rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diumumkan awal bulan Juni.Dalam peristiwa itu dua anggota polisi, termasuk seorang perwira, dan dua mahasiswa mengalami luka parah akibat insiden yang diwarnai perang batu tersebut. Sementara itu tujuh mahasiswa diamankan di Polres Makassar Timur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4558435099926715560?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/4558435099926715560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=4558435099926715560&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4558435099926715560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4558435099926715560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/05/rencana-kenaikan-bbm-kembali-menuai.html' title='Rencana kenaikan BBM, kembali menuai protes'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SCKzwVE6uAI/AAAAAAAAAKk/cmqmffU1UKg/s72-c/bentrok+uin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7715999303844924733</id><published>2008-04-26T20:29:00.001-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:18.991-08:00</updated><title type='text'>Apa itu agama?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SBPzVLr8kfI/AAAAAAAAAKc/GPcEreqjoiI/s1600-h/agama.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SBPzVLr8kfI/AAAAAAAAAKc/GPcEreqjoiI/s320/agama.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193762340528230898" /&gt;&lt;/a&gt;Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.&lt;br /&gt;Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7715999303844924733?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7715999303844924733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7715999303844924733&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7715999303844924733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7715999303844924733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/04/apa-itu-agama.html' title='Apa itu agama?'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SBPzVLr8kfI/AAAAAAAAAKc/GPcEreqjoiI/s72-c/agama.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7141960232302682927</id><published>2008-04-24T23:42:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:19.113-08:00</updated><title type='text'>Luka itu masih basah</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SBF_G7r8keI/AAAAAAAAAKU/mSofbdy3MQQ/s1600-h/teroris+poso.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SBF_G7r8keI/AAAAAAAAAKU/mSofbdy3MQQ/s320/teroris+poso.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193071602412851682" /&gt;&lt;/a&gt;Ini bukanlah dongeng abad dua puluhan bila ada kisah suatu negeri &lt;br /&gt;belasan tahun dilanda pertumpahan darah &lt;br /&gt;belasan tahun penghuninya tak pernah tidur &lt;br /&gt;mereka tak henti berlarian kesana kemari &lt;br /&gt;rumah, kebun, sawah, tambak, terlantar semua &lt;br /&gt;Jangan tanya hari depan pada anak-anaknya &lt;br /&gt;hari depan adalah senjata, darah, mayat-mayat &lt;br /&gt;reruntuhan, kobaran api dan apa saja &lt;br /&gt;yang mestinya tak patut mereka ucapkan &lt;br /&gt;Jangan tanya apa mereka sedih atau menangis &lt;br /&gt;pandanglah matanya yang menyimpan dendam &lt;br /&gt;mereka warisi turun temurun &lt;br /&gt;bertahun-tahun amarah bergemuruh di dadanya &lt;br /&gt;bahkan hingga pertengahan tahun ini&lt;br /&gt;luka mereka masih basah, dan hingga kini masih terasa&lt;br /&gt;tak ada yang bisa menghapus rasa perih di dada&lt;br /&gt;para anak anak di poso.&lt;br /&gt;Jangan salahkan bila mereka menjadi anak rimba &lt;br /&gt;kota dan rimba belantara sama saja &lt;br /&gt;mereka lahir berlumur dendam dan amarah &lt;br /&gt;Ini memang bukan dongeng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7141960232302682927?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7141960232302682927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7141960232302682927&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7141960232302682927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7141960232302682927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/04/luka-itu-masih-basah.html' title='Luka itu masih basah'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/SBF_G7r8keI/AAAAAAAAAKU/mSofbdy3MQQ/s72-c/teroris+poso.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-2317021662810393414</id><published>2008-04-08T05:02:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:19.208-08:00</updated><title type='text'>Mampirlah sejenak</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_thPe0qxZI/AAAAAAAAAKM/1SnfBkkdyys/s1600-h/1ECAV6YOAZCAZ4N9TZCAIJHXW6CAQ9LCCBCAAOMRV6CAVTA5EUCA1A5Y6TCAAS8KXRCARPDJHACABE27O2CAHHJ3NICAFGW19JCAJDQY61CANKBG8FCAS82SHPCAH51BLKCA6EVV88CAS75NT6CABJPXL4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_thPe0qxZI/AAAAAAAAAKM/1SnfBkkdyys/s320/1ECAV6YOAZCAZ4N9TZCAIJHXW6CAQ9LCCBCAAOMRV6CAVTA5EUCA1A5Y6TCAAS8KXRCARPDJHACABE27O2CAHHJ3NICAFGW19JCAJDQY61CANKBG8FCAS82SHPCAH51BLKCA6EVV88CAS75NT6CABJPXL4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5186846314447160722" /&gt;&lt;/a&gt;Aku sekadar mampir di tempat ini Barangkali hanya untuk menumpang tidur&lt;br /&gt;Mengulur mimpi sampai ujungnya.&lt;br /&gt;Tak seorang pun mengerti&lt;br /&gt;Apa yang sebetulnya kucari&lt;br /&gt;Setelah berjalan sejauh ini&lt;br /&gt;Kadang aku sendiri pun sangsi&lt;br /&gt;rumah ini hanya kujadikan tempat &lt;br /&gt;untuk melepas lelah setelah &lt;br /&gt;seharian berjalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-2317021662810393414?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/2317021662810393414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=2317021662810393414&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2317021662810393414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2317021662810393414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/04/mampirlah-sejenak.html' title='Mampirlah sejenak'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_thPe0qxZI/AAAAAAAAAKM/1SnfBkkdyys/s72-c/1ECAV6YOAZCAZ4N9TZCAIJHXW6CAQ9LCCBCAAOMRV6CAVTA5EUCA1A5Y6TCAAS8KXRCARPDJHACABE27O2CAHHJ3NICAFGW19JCAJDQY61CANKBG8FCAS82SHPCAH51BLKCA6EVV88CAS75NT6CABJPXL4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3957526144118898127</id><published>2008-04-04T03:58:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:19.309-08:00</updated><title type='text'>Senja di losari</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_YKjO0qxYI/AAAAAAAAAKE/m9pVilW1q7A/s1600-h/losari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_YKjO0qxYI/AAAAAAAAAKE/m9pVilW1q7A/s320/losari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5185343621354407298" /&gt;&lt;/a&gt;Gerimis mengguyur losari&lt;br /&gt;Diantara Lalu-lalang kendaraan, &lt;br /&gt;Diantara Riuh Rendah Suara Klakson &lt;br /&gt;Sukmaku Tertancap..&lt;br /&gt;Menyatu Dengan Suasana Gerimis Menjelang Senja di losari&lt;br /&gt;Masih Seperti hari-hari sebelumnya losari lantunkan Sajak-sajak Senja&lt;br /&gt;Sajak-sajak yang terdengar diantara desah lirih nafasku dan degup irama jantungku..&lt;br /&gt;Di losari terguyur  hujan&lt;br /&gt;Di dermaga aku lentunkan Sajak-Sajak Tentang Senja&lt;br /&gt;Hingga aku pun sadar, sebentar lagi senja menyapaku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3957526144118898127?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3957526144118898127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3957526144118898127&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3957526144118898127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3957526144118898127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/04/senja-di-losari.html' title='Senja di losari'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_YKjO0qxYI/AAAAAAAAAKE/m9pVilW1q7A/s72-c/losari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7337862147953962380</id><published>2008-04-03T05:37:00.001-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:19.433-08:00</updated><title type='text'>Kenapa peristiwa kekerasan dianggap berita menarik?</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_TQCe0qxXI/AAAAAAAAAJ8/E5yT5-Zb1l4/s1600-h/images%5B25%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_TQCe0qxXI/AAAAAAAAAJ8/E5yT5-Zb1l4/s320/images%5B25%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184997812062569842" /&gt;&lt;/a&gt;Sehari-hari pemirsa kita disodori berita kekerasan melalui media massa atau menyaksikan sendiri, serasa hidup kita berada di putaran lingkaran kekerasan yang tak berujung. Banyak orang mungkin tidak lagi khawatir ataupun cemas jika mengetahui adanya kekerasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa tawuran, membakar, merusak! Dulu dikatakan penyimpangan, kini hal itu menjadi fenomena biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang jadi mudah melakukan tindakan kekerasan dan anarkis? Mungkin pelakunya merasa itulah penyelesaiannya. Misalnya, mahasiswa di Kendari berpandangan karena membela PKL makanya harus bertarung dengan polisi. Polisi berpandangan karena menjaga keamanan dan aturan sehingga harus menyerang mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang lebih memprihatinkan kemudian adalah jika kita para non-pelaku menjadi kebal dengan peristiwa kekerasan? Dan menjawab ”lagi-lagi mereka”, ”biar saja yang penting kita aman, damai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah ini tipologi masyarakat kontemporer yang beradab? Dulu,sosiologis abad 18 membuat prediksi masyarakat yang akan datang sebagai masyarakat positif atau masyarakat rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masyarakat demikian masalah diselesaikan dengan logika bukan dengan otot dan kekerasan. Ternyata prediksi akademis itu kurang tepat. Kini rasio atau logika ilmiah jalan, otot dan kekerasan juga jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, jika kita terus-menerus membiarkan peristiwa kekerasan yang hadir di depan kita tanpa rasa prihatin, ataupun konsen terhadapnya. Lama-lama kita menjadi permisif, atau membiarkan itu terjadi apa adanya. Dan karenanya kita juga sama sebagai pelaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sebagai kontributor televisi boleh dikata hampir tiap minggu meliput kasus kekerasan, terkadang merasa berdosa karena berita saya dapat membodohi masyarakat, meniru para pelaku tindak kekerasan. Terlebih sejumlah wartawan bahkan saya seringkali terlibat untuk memprovokasi warga, pengunjuk rasa bahkan pelajar untuk melakukan tindakan kekerasa agar liputanku bisa ditayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kami tahu itu hal yang meyimpang, kalau tidak demikian maka berita dari daerah hanya tertahan di meja korda,  produser sama sekali tidak melir&lt;br /&gt;ik berita kami. Mungkin para produser anggap peristiwa kekerasan itu menarik untuk diberitakan dan dapat mengangkat rating. " klo tidak ricuh, berita kita tidak dipakai. JAdi apa salahnya kalau kita ajari mereka untuk bertindak anarkis agar gambar mereka bisa ditayangkan" kata salah seorang temanku yang juga seorang kontributor teve swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di sisi lain bagiku media saat ini telah membodohi masyarakat.Dewasa ini, media audio, visual, dan cetak, menyusupkan berbagai macam tindak kekerasan dalam sajian mereka. Dulu, masyarakat dapat menyaksikan kekerasan hanya jika mereka ada di sekitar lokasi kejadian. Namun saat ini, siapa pun dapat menyaksikan tindak kekerasan dalam tayangan televisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah hipotesis telah diajukan sehubungan kemungkinan dampak tayangan kekerasan di televisi pada perilaku manusia. Salah satunya, hipotesis katarsis, yang menyatakan bahwa menyaksikan tayangan kekerasan di televisi menyebabkan dorongan agresif melalui ekspresi perilaku bermusuhan yang dialami orang lain. Hipotesis rangsangan memprediksikan bahwa menyaksikan tayangan kekerasan menyebabkan peningkatan dalam perilaku agresif. Termasuk kategori ini, hipotesis menirukan atau mencontoh, yang menyatakan orang mempelajari perilaku agesif dari televisi dan kemudian mereproduksi perilaku itu. Jika hipotesis kehilangan kendali diri benar, maka tayangan kekerasan di televisi mungkin mengajarkan norma umum bahwa kekerasan adalah cara yang dapat diterima untuk berhubungan dengan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7337862147953962380?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7337862147953962380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7337862147953962380&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7337862147953962380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7337862147953962380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/04/kenapa-peristiwa-kekerasan-dianggap.html' title='Kenapa peristiwa kekerasan dianggap berita menarik?'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_TQCe0qxXI/AAAAAAAAAJ8/E5yT5-Zb1l4/s72-c/images%5B25%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4242653376695024419</id><published>2008-04-01T22:42:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:19.627-08:00</updated><title type='text'>Bangunlah..</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_MdbO0qxWI/AAAAAAAAAJ0/F-5yvquIemA/s1600-h/R3CADEP1JVCAPHBGMSCA0HAMTMCA4LJHBCCAK35ZO0CAXI1AXMCA1S9BPLCALROIXRCA8N1BQ1CA4X4LYFCAMWY01ICA28K8R2CANGJCCGCAT8ST15CAS7RTB2CALXJYUECASLOYYSCA9DLPXTCAQS6JT5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_MdbO0qxWI/AAAAAAAAAJ0/F-5yvquIemA/s320/R3CADEP1JVCAPHBGMSCA0HAMTMCA4LJHBCCAK35ZO0CAXI1AXMCA1S9BPLCALROIXRCA8N1BQ1CA4X4LYFCAMWY01ICA28K8R2CANGJCCGCAT8ST15CAS7RTB2CALXJYUECASLOYYSCA9DLPXTCAQS6JT5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184519949706249570" /&gt;&lt;/a&gt;Ayo bangun..&lt;br /&gt;Jangan bermalas-malasan&lt;br /&gt;Bergerak maju ke hadapan&lt;br /&gt;karena di depan tujuan kita, &lt;br /&gt;bukan di belakang..&lt;br /&gt;Berkaryalah sebaik-baiknya&lt;br /&gt;karena hari ini adalah &lt;br /&gt;bagian dari mozaik kehidupan kita&lt;br /&gt;yang terindah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4242653376695024419?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/4242653376695024419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=4242653376695024419&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4242653376695024419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4242653376695024419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/04/bangunlah.html' title='Bangunlah..'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_MdbO0qxWI/AAAAAAAAAJ0/F-5yvquIemA/s72-c/R3CADEP1JVCAPHBGMSCA0HAMTMCA4LJHBCCAK35ZO0CAXI1AXMCA1S9BPLCALROIXRCA8N1BQ1CA4X4LYFCAMWY01ICA28K8R2CANGJCCGCAT8ST15CAS7RTB2CALXJYUECASLOYYSCA9DLPXTCAQS6JT5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4100375185674911373</id><published>2008-04-01T04:41:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:19.764-08:00</updated><title type='text'>Patah satu tumbuh seribu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_IgWu0qxUI/AAAAAAAAAJk/5OMmGGc4FuU/s1600-h/69CAEPGF12CACJZBA7CA3KFPIFCAK9Z0OWCAXPQOBUCAU0DAA5CALXKVYWCANTK3MZCAIU8YZHCA2OOT37CA2399YTCAZPY24XCA2MLTOOCAU8RNQLCA71E0U6CAUC70M9CA1I0IBBCABMOPU1CAWYT5FI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_IgWu0qxUI/AAAAAAAAAJk/5OMmGGc4FuU/s320/69CAEPGF12CACJZBA7CA3KFPIFCAK9Z0OWCAXPQOBUCAU0DAA5CALXKVYWCANTK3MZCAIU8YZHCA2OOT37CA2399YTCAZPY24XCA2MLTOOCAU8RNQLCA71E0U6CAUC70M9CA1I0IBBCABMOPU1CAWYT5FI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184241695955010882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Patah satu tumbuh seribu&lt;/strong&gt;, mungkin ini adalah pepatah yang sudah sangat akrab ditelinga kita semua. Dan sudah sangat sering kita dengan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi sayangnya tidak banyak dari kita yang dapat merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam perihal mencari jodoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara kita yang selalu larut dalam kegagalan dan kesedihan yang berkepanjangan, (mungkin aku juga). Padahal, diluar sana masih banyak wanita lain yang mungkin adalah jodoh kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kita harus berdiam diri? Apa karena kita patah hati? Jika benar, itu berarti salah kita sendiri siapa suruh menempatkan cinta ditempat yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada alasan bagi kita untuk berdiam diri apalagi mundur dalam mencari jodoh. Karena waktu dan umur akan terus bertambah bukan berkurang. Pahami hal itu! Jika umur terus bertambah tua dan sudah tidak ”laku” lagi maka ini semua adalah salah kita sendiri. Karena kita hanya duduk dan termenung dalam khayalan serta menangisi kekasih yang bukan jodoh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan demi kegagalan itu adalah sebuah proses untuk mencapai kesuksesan. Tidak ada orang yang sukses tanpa kegagalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4100375185674911373?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/4100375185674911373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=4100375185674911373&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4100375185674911373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4100375185674911373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/04/patah-satu-tumbuh-seribu.html' title='Patah satu tumbuh seribu'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_IgWu0qxUI/AAAAAAAAAJk/5OMmGGc4FuU/s72-c/69CAEPGF12CACJZBA7CA3KFPIFCAK9Z0OWCAXPQOBUCAU0DAA5CALXKVYWCANTK3MZCAIU8YZHCA2OOT37CA2399YTCAZPY24XCA2MLTOOCAU8RNQLCA71E0U6CAUC70M9CA1I0IBBCABMOPU1CAWYT5FI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1647859994910132694</id><published>2008-04-01T04:26:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:19.939-08:00</updated><title type='text'>Setangkai kata buat ayah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_IdEe0qxTI/AAAAAAAAAJc/e4TOnMzkm4E/s1600-h/CFCAZE3L00CA7KS8R2CAXIE462CAAP9O7SCACXJ21ECAGVMFFACATM183ACA0WDMUJCARDVS5KCADCW53YCA203A3ACAORZ6KVCALJZ07VCAEVIEKOCA8QZ4MQCAMTK7E0CARY1OYPCA74XHPNCAPUFSDI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_IdEe0qxTI/AAAAAAAAAJc/e4TOnMzkm4E/s320/CFCAZE3L00CA7KS8R2CAXIE462CAAP9O7SCACXJ21ECAGVMFFACATM183ACA0WDMUJCARDVS5KCADCW53YCA203A3ACAORZ6KVCALJZ07VCAEVIEKOCA8QZ4MQCAMTK7E0CARY1OYPCA74XHPNCAPUFSDI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184238083887514930" /&gt;&lt;/a&gt;Aku, si anak yang tak pintar mengabdi ini hanya bisa bermunajat di malam remang. Dalam bintang yang bercahaya layaknya mata malaikat yang indah. Ditemani sinar rembulan yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, ayah. Yang membawamu terus bersimbah dalam peluh dan darah yang mengalir dari kening dan jidatmu. Akulah orangnya yang paling bertanggung jawab akan semua ini ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah. Andaikata engkau tua nanti. Tak sedetikpun kupindahkan pandanganku dari mu . Ku ingin mengganti posisi dalam merawat dirimu yang telah renta. Tidak oleh istri ataupun adik-adikku. Tidak ayah! Tapi akulah yang akan merawatmu dengan tangan hina ini. Aku si sulung yang selalu merepotkanmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1647859994910132694?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1647859994910132694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1647859994910132694&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1647859994910132694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1647859994910132694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/04/setangkai-kata-buat-ayah.html' title='Setangkai kata buat ayah'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R_IdEe0qxTI/AAAAAAAAAJc/e4TOnMzkm4E/s72-c/CFCAZE3L00CA7KS8R2CAXIE462CAAP9O7SCACXJ21ECAGVMFFACATM183ACA0WDMUJCARDVS5KCADCW53YCA203A3ACAORZ6KVCALJZ07VCAEVIEKOCA8QZ4MQCAMTK7E0CARY1OYPCA74XHPNCAPUFSDI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4071894377427689851</id><published>2008-03-17T07:03:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:20.020-08:00</updated><title type='text'>Ingin jadi penulis idealis</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R956hgSb9pI/AAAAAAAAAJU/Vz7GcJp9dCY/s1600-h/images%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R956hgSb9pI/AAAAAAAAAJU/Vz7GcJp9dCY/s320/images%5B9%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178711337544185490" /&gt;&lt;/a&gt;Aku bukan seorang jurnalis yang pandai dalam memainkan sejuta kata &lt;br /&gt;dan melulu dalam argumentasi tawa pembenaran. &lt;br /&gt;Bisa menulis saja saya cukup puas,  tapi dibalik setiap rentetan kegelisahan &lt;br /&gt;tentang apa yang sedang saya tulis adalah pesan yang akan di kenang dan dinilai &lt;br /&gt;untuk pembaca atau mungkin di aplikasikan.&lt;br /&gt;Saya bukanlah seorang jurnalis yang piawai dalam memainkan sejuta kata dan  saya tidak tahu berapa banyak kode etik yang saya langgar dalam gaya bahasa dan tulisanku.&lt;br /&gt;Saya mencoba menjadi seorang idealis yang masa bodoh dengan pendapat orang lain yang mencoba mengusik alam pikiran liar saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4071894377427689851?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/4071894377427689851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=4071894377427689851&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4071894377427689851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4071894377427689851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/03/ingin-jadi-penulis-idealis.html' title='Ingin jadi penulis idealis'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R956hgSb9pI/AAAAAAAAAJU/Vz7GcJp9dCY/s72-c/images%5B9%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4162586324451372799</id><published>2008-03-15T13:25:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:20.171-08:00</updated><title type='text'>Fatamorgana</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R9wxegSb9oI/AAAAAAAAAJM/RsqWJK6QHTY/s1600-h/images%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R9wxegSb9oI/AAAAAAAAAJM/RsqWJK6QHTY/s320/images%5B1%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178068071702328962" /&gt;&lt;/a&gt;"Fatamorgana" aku mengenal kata ini ketika duduk di bangku sekolah dasar, itu pun sudah masa-masa akhir. &lt;br /&gt;Fatamorgana. Sebuah kata yang semula cukup asing di telingaku, telinga anak-anak. Namun setelah mengenal kata itu, dengan mudah aku mengingatnya. Mungkin karena aku sangat menyukai kata itu. Bahkan, lambat laun malah jadi sebuah kata favoritku sekaligus sebuah kata yang penuh teka-teki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu guruku mejelaskan istilah "fatamorgana", ia memberi contoh berupa genangan air yang seolah-olah terlihat di atas aspal yang terpanggang terik matahari. Ketika itu, satu yang ada di benakku, aku ingin membuktikan sendiri. Wajar, aku belum begitu percaya dengan keterangan guruku. Tapi setelah aku melihatnya sepulang sekolah pada suatu siang yang teramat panas aku baru percaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. akhirnya  aku percaya, ternyata guruku itu benar. Fatamorgana itu ada, meskipun akhirnya aku mesti kecewa karena begitu kudekati, genangan air itu lenyap. Tapi pengalaman itu bukannya membuatku puas, melainkan malah kian membuatku penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun terakhir ini aku hampir saja melupakan peristiwa itu, saat kali pertama aku melihat fatamorgana itu. Untunglah, suatu ketika aku kembali diingatkan pada peristiwa itu, yaitu ketika aku mulai menyukai salah seorang temanku. &lt;br /&gt;Mungkin aku jatuh cinta,  saat itulah kembali kulihat fatamorgana di wajah teman ku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi ingin tertawa jika teringat bahwa telah puluhan kali aku jatuh cinta, geli rasanya pasalnya, cintaku selalu kandas di tengah jalan hanya karena orang yang kucintai sebenarnya aku lebih suka menyebut mereka "pacar" tak pernah bisa memberi jawaban yang memuaskan, ketika kutanya apa arti cinta. Jadi, jangan heran, jika kemarin kutanyakan kepadamu arti cinta. Itu artinya aku telah jatuh cinta kepadamu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sekadar buat alasan agar kau lebih percaya bahwa tak ada niatan apa pun mengapa kutanyakan cinta padamu, karena hari ini tak kulihat dia dimatamu. Yah, aku tak melihat cinta di matamu. Ke mana gerangan dia? Meninggalkanmukah? Semoga tidak! Semoga ini hanya fatamorgana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatamorgana, lagi-lagi fatamorgana!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4162586324451372799?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/4162586324451372799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=4162586324451372799&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4162586324451372799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4162586324451372799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/03/fatamorgana.html' title='Fatamorgana'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R9wxegSb9oI/AAAAAAAAAJM/RsqWJK6QHTY/s72-c/images%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1578344529008073873</id><published>2008-03-09T21:38:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T22:16:20.309-08:00</updated><title type='text'>Hangus oleh penantian</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R9S8gwSb9nI/AAAAAAAAAJE/Y8Zs7KY-yPE/s1600-h/CINTA+BEDENG.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R9S8gwSb9nI/AAAAAAAAAJE/Y8Zs7KY-yPE/s320/CINTA+BEDENG.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5175969142659610226" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin aku sudah tidak akan sanggup lagi&lt;br /&gt;menanti untuk menulis sesuatu hal yang tak berguna lebih banyak lagi &lt;br /&gt;pada setiap saat, waktu kita terlahir mengetuk-ngetuk rahim keindahan&lt;br /&gt;itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali aku sudah akan hangus oleh penantian ini!&lt;br /&gt;bintang bintang yang berpijar dalam kenangan,&lt;br /&gt;hanya saja barangkali aku sudah tidak akan sanggup lagi&lt;br /&gt;menanti sebuah jawaban. Barangkali????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seandainya mungkin masih bisa menunggu, &lt;br /&gt;aku akan tuntun kamu pada jarak&lt;br /&gt;yang terpendek, kita akan peras semua pengertian&lt;br /&gt;pada langit, pemahaman dan kecintaan kita ke pada&lt;br /&gt;sinar bulan atau bintang yang jatuh ke sebelah bukit,&lt;br /&gt;akan kulihat apakah ada rasa cinta yang lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran hanya semboyan dan kita takut membayangkan suatu hari&lt;br /&gt;kelak ia benar-benar datang bagai iklan-iklan tv itu&lt;br /&gt;yang selalu membuat kita terperangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita sebenarnya tidak butuh apa-apa kecuali&lt;br /&gt;menyusun langit itu kembali, memberinya sekadar warna,&lt;br /&gt;menjadi langit yang sesungguhnya. berbicara kembali &lt;br /&gt;kepada burung-burung, kepada  pucuk-pucuk pohon tanpa pengeras suara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1578344529008073873?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1578344529008073873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1578344529008073873&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1578344529008073873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1578344529008073873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/03/hangus-oleh-penantian.html' title='Hangus oleh penantian'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R9S8gwSb9nI/AAAAAAAAAJE/Y8Zs7KY-yPE/s72-c/CINTA+BEDENG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3350250590221752939</id><published>2008-03-03T04:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:20.446-08:00</updated><title type='text'>Ibarat tikus mati di lumbung padi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8v2RU9LszI/AAAAAAAAAI8/0u6rS8zcQ_c/s1600-h/kelaparan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8v2RU9LszI/AAAAAAAAAI8/0u6rS8zcQ_c/s320/kelaparan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173499374508684082" /&gt;&lt;/a&gt;Bagiku ini tragedi kemanusiaan.......&lt;br /&gt;Tragis memang seorang ibu hamil dan anaknya, mati kelaparan di lumbung pangan.  &lt;br /&gt;Banyak pihak yang terhentak dengan headline berita ini di koran-koran dan televisi. &lt;br /&gt;Aku saja yang berada di rumah duka saat Basse dan Bahir anaknya dikabarkan meninggal karena kelaparan, masih&lt;br /&gt;merasa tidak percaya, di ibu kota propinsi yang hampir tiap tahun surplus beras ini masih ada orang mati karena kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sejenak bahkan saya merasa tak ada gunanya segala teori pembangunan yang kita pelajari dan kita anut, tak ada gunanya target pembangunan dicanangkan dengan menghabiskan begitu banyak porsi APBN dan APBD, bahkan tak ada gunanya pula segala bentuk berdemokrasi lengkap dengan tetek bengek Pemilu, Pilkada, atau apapun namanya, sementara disisi lain ada rakyat mati karena tidak makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya paham tidak ada yang ingin disalahkan dalam tragedi ini, tidak si korban, tidak tetangganya (karena dicap tidak memperhatikan sesama tetangganya, yang boleh jadi sama laparnya), tidak pula pemerintah (yang berdalih bahwa korban mati karena diare, bukan kelaparan, meski memang diare itu dapat disebabkan malnutrisi yang dipicu kelaparan juga). Jadi cukuplah pertikaian diplomatis diatas derita rakyat ini.Sungguh sangat memalukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup, cukup! Cukuplah semua ini… Untuk sekian kalinya, kotaku  jadi sorotan. Masalah pilkada yang harus diulang karena MA melakukan ultra petita atas tuntutan pihak Asmara yang tak dapat menerima kenyataan telah kalah dalam pilkada, masalah tawuran mahasiswa di UNHAS, dan kini kelaparan di lumbung pangan sendiri, ibarat tikus mati di lumbung padi !!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3350250590221752939?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3350250590221752939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3350250590221752939&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3350250590221752939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3350250590221752939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/03/ibarat-tikus-mati-di-lumbung-padi.html' title='Ibarat tikus mati di lumbung padi'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8v2RU9LszI/AAAAAAAAAI8/0u6rS8zcQ_c/s72-c/kelaparan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-8053485399883056357</id><published>2008-02-27T08:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:20.554-08:00</updated><title type='text'>Cinta laksana air</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8hyOk9LsyI/AAAAAAAAAI0/KfC4mFLjA-4/s1600-h/images%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8hyOk9LsyI/AAAAAAAAAI0/KfC4mFLjA-4/s320/images%5B2%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5172509766799045410" /&gt;&lt;/a&gt;Cinta datang laksana air yang menetes dan jatuh diatas bebatuan ,hingga batu itu akan terkikis bersama sang waktu ...berserak bagai pecahan bintang...&lt;br /&gt;Ia bagai ilham dari langit yang menerobos dan bersemayam &lt;br /&gt;dalam jiwa Mahadewa dan Mahadewi lalu masuk kesanubari tanpa di undang..&lt;br /&gt;Begitulah cinta yang kau bawa kepadaku, dan kini hatiku telah hancur....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-8053485399883056357?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/8053485399883056357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=8053485399883056357&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8053485399883056357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8053485399883056357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/02/cinta-laksana-air.html' title='Cinta laksana air'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8hyOk9LsyI/AAAAAAAAAI0/KfC4mFLjA-4/s72-c/images%5B2%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1186348255015139949</id><published>2008-02-26T22:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:20.715-08:00</updated><title type='text'>Tradisi Mahasiswa Unhas</title><content type='html'>&lt;A href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8T_MlhveOI/AAAAAAAAAIc/E5vdeC2nHk8/s1600-h/bentrok+kampus+012_0002-11.jpg"&gt;&lt;IMG id=BLOGGER_PHOTO_ID_5171538863825320162 style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8T_MlhveOI/AAAAAAAAAIc/E5vdeC2nHk8/s200/bentrok+kampus+012_0002-11.jpg" border=0&gt;&lt;/A&gt;&lt;STRONG&gt;Sudah menjadi TRADISI",hampir setiap tahun kampus Universitas Hasanuddin pasti dinodai oleh saling adu jotos dan keroyokan antar fakultas. Seakan mengiyakan ungkapan "History repeats itself".Sayang sekali bahwa sejarah yang terulang itu hanyalah sejarah-sejarah yang jauh dari moral-moral kemanusiaan masyarakat berpendidikan. Mereka mengikuti ego sendiri dan membela harga diri yang salah kaprah. Maka wajar kalau tukang becak di tiap sudut kota makassar, hanya bisa membelalakkan bola mata sambil berujar,"Mahasiswanya saja seperti ini, bagaimana setelah menjadi pemimpin-pemimpin kelak?" Selasa siang kemarin (26/2), mahasiswa Fakultas Teknik dan FISIP kembali mempertunjukkan kebolehannya. Akibatnya, belasan mahasiswa pun luka terkena lemparan batu. Ruang perkuliahan pun rusak terkena lemparan. Sejarah juga sudah membuktikan bahwa dua fakultas ini memang merupakan pemegang rekor tertinggi adu keroyokan dan bakar-bakaran. Para mahasiswa, sering dengan pongah menceritakan kepada kawan atau keluarganya, tentang betapa hebatnya mereka saat melakukan tawuran. Bagiku itulah tanda bahwa si mahasiswa telah sukses menerima kekerasan dan kini menjadi seorang pendukung kekerasan. Tanpa disadarinya, mahasiswa sebenarnya telah mengidap sebuah penyakit kejiwaan. Gejala ini seperti yang dikatakan Sigmund Freud mengenai pengidap paranoia narsissistik yang semula memiliki kecenderungan primer merasa dirinya teraniaya, menarik kesimpulan bahwa dia pasti orang yang penting, karenanya mengembangkan khayalan akan kehebatan dirinya. &lt;STRONG&gt;"Seleksi alam" dari tindak kekerasan itu kemudian menghasilkan individu dengan tingkat kebiadaban yang tinggi, seseorang yang mungkin dengan mudah disebut sebagai preman. Sementara masa depan preman dalam lingkungan yang terlanjur dikuasai oleh kekerasan, sungguhlah amat cerah. Walau sedikit menggelikan, seringkali dengan susah payah masih ada yang mengatakan bahwa mahasiswa Unhas adalah intelektual muda. Tapi bila melihat perilaku mereka, serta membandingkannya dengan apa yang orang pintar rumuskan tentang intelektul, tampaknya sangat keliru. Itu berarti ada kesalahan yang berulang-ulang dilakukan pimpinan Unhas. Pada kasus ini, ungkapan bahwa hanya keledai yang melakukan dua kali kesalahan yang sama, akan membuat keledai mencibir ke arah manusia. Kenyataannya, manusialah yang selalu membuat kesalahan yang sama. &lt;/STRONG&gt;&lt;/STRONG&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1186348255015139949?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1186348255015139949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1186348255015139949&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1186348255015139949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1186348255015139949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/02/tradisi-tawuran-di-unhas.html' title='Tradisi Mahasiswa Unhas'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8T_MlhveOI/AAAAAAAAAIc/E5vdeC2nHk8/s72-c/bentrok+kampus+012_0002-11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3932083865028566197</id><published>2008-02-26T11:18:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:21.193-08:00</updated><title type='text'>Tak mungkin kuhapus</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8Ro21hveNI/AAAAAAAAAIU/-qufm-c2pAY/s1600-h/images%5B13%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8Ro21hveNI/AAAAAAAAAIU/-qufm-c2pAY/s320/images%5B13%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171373563418998994" /&gt;&lt;/a&gt;Kedamaian itu tak mungkin kutepis&lt;br /&gt;aku mencintai bukan karena rupamu&lt;br /&gt;melainkan bagiku dirimu &lt;br /&gt;yang bisa menjadi penyejuk&lt;br /&gt;yang bisa mengerti dengan aku&lt;br /&gt;yang bisa meredakan amarah&lt;br /&gt;Kedamaian itu tak mungkin kuhapus&lt;br /&gt;tak mungkin kau kutinggalkan &lt;br /&gt;bahkan doaku maut merangkul kita berdua..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3932083865028566197?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3932083865028566197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3932083865028566197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3932083865028566197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3932083865028566197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/02/tak-mungkin-kuhapus.html' title='Tak mungkin kuhapus'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R8Ro21hveNI/AAAAAAAAAIU/-qufm-c2pAY/s72-c/images%5B13%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-9027429866680639576</id><published>2008-02-05T10:15:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:21.350-08:00</updated><title type='text'>Buat seorang ibu bernama Winda</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6ioVna6rbI/AAAAAAAAAII/0P5dxDjOVQ8/s1600-h/Winda+Padang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163562062092873138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6ioVna6rbI/AAAAAAAAAII/0P5dxDjOVQ8/s200/Winda+Padang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi kedua anakmu kamu adalah gua pertapaan,&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dan kamulah yang meletakkan mereka di sana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;saat bunga kembang menyerbak bau sayang ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi mereka akan mengangguk meskipun kurang mengerti bila kasihmu ibarat samudra sempit lautan teduh tempat mereka mandi, mencuci lumut pada diri dan tempat mereka berlayar,menebar pukat dan melempar sauhlokan-lokan,mutiara dan kembang laut semua untuk mereka. Kuyakin kalau mereka ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan namamu winda,winda dan  winda, yang akan mereka sebut paling dahulu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;lantaran mereka tahu engkau ibunya, pahlawan dalam kehidupan mereka.&lt;br /&gt;                                                  Bagi kedua peri kecilmu itu, engkaulah bidadari yang                 berselendang bianglala...........&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-9027429866680639576?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/9027429866680639576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=9027429866680639576&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/9027429866680639576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/9027429866680639576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/02/buat-seorang-ibu-bernama-winda.html' title='Buat seorang ibu bernama Winda'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6ioVna6rbI/AAAAAAAAAII/0P5dxDjOVQ8/s72-c/Winda+Padang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-8151080466128270602</id><published>2008-02-05T09:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:21.495-08:00</updated><title type='text'>Mungkin............????</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6id9Xa6rYI/AAAAAAAAAHw/O-ZuVLTnKlc/s1600-h/los.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163550650364767618" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6id9Xa6rYI/AAAAAAAAAHw/O-ZuVLTnKlc/s200/los.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana harus aku tepis kesedihan ini,&lt;br /&gt;&lt;div&gt;apa harus ku lakukan untuk lari melepaskan diri dari kepedihan ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;apa harus ku lakukan untuk menolak segala kesakitan ini&lt;br /&gt;mengapa segala pertanyaan tiada jawaban&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mengapa tiada yang mengerti hati ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mengapa mereka tidak mengerti diri ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;terlalu sulit kah utk menyelami dasar hati ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;terlalu dalam kah jiwa ini untuk di mengerti &lt;/div&gt;&lt;div&gt;atau mungkin hanya aku yg tahu siapa diri ku ???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-8151080466128270602?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/8151080466128270602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=8151080466128270602&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8151080466128270602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8151080466128270602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/02/mungkin.html' title='Mungkin............????'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6id9Xa6rYI/AAAAAAAAAHw/O-ZuVLTnKlc/s72-c/los.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-207874234478443533</id><published>2008-01-29T09:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:21.639-08:00</updated><title type='text'>Rahasia dari sebuah hubungan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R59kina6rWI/AAAAAAAAAHc/AfQ5mSUDmAk/s1600-h/images%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160954243850087778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R59kina6rWI/AAAAAAAAAHc/AfQ5mSUDmAk/s320/images%5B9%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati disini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-207874234478443533?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/207874234478443533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=207874234478443533&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/207874234478443533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/207874234478443533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/01/rahasia-dari-sebuah.html' title='Rahasia dari sebuah hubungan'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R59kina6rWI/AAAAAAAAAHc/AfQ5mSUDmAk/s72-c/images%5B9%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3813336866200310964</id><published>2008-01-23T06:55:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:21.874-08:00</updated><title type='text'>Ipet tinggalkan anak daerah..huh!!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6iiZXa6raI/AAAAAAAAAIA/UkDrtUO9CM0/s1600-h/pare-pare+016.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PERMISIâ€¦PERMISIâ€¦MAU PAMIIIIT..PERMISIâ€¦.&lt;br /&gt;HALLO TEMAN TEMAN KU SAYAAAANGâ€¦&lt;br /&gt;TEMAN TEMANKU YANG BAIKâ€¦&lt;br /&gt;TEMAN TEMANKU YANG PENUH SEMANGAT JUANGâ€¦..&lt;br /&gt;NGGA TERASA YAHâ€¦SETAHUN SUDAH SAYA BERJALAN BERIRINGAN SAMA TEMEN TEMENâ€¦&lt;br /&gt;SEPERTI NYA INILAH SAAT NYA SAYA HARUS&lt;br /&gt;BILANGâ€¦KALAU SAYA AKAN PAMIT BERGESERâ€¦.DAN TIDAK LAGI BERJALAN MENDAMPINGI TEMAN TEMANâ€¦.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERHITUNG MULAI TANGGAL 28 JAN BESOKâ€¦SAYA&lt;br /&gt;KEMBALI BERGABUNG DENGAN TEMAN TEMAN DI INFOTEINMENTâ€¦&lt;br /&gt;WALAUPUN SAYA MASIH SENANG BERJALAN BERSAMA TEMEN TEMEN DI POSISI SAYA SEKARANGâ€¦.MASIH BERSEDIA MENDENGAR CURHAT TEMEN TEMENâ€¦.MASIH SENENG MENDENGAR BERBAGAI LOGAT YANG BERBEDA BEDA DARI SABANG SAMPAI MERAUKEâ€¦..TAPI ADA BEBAN TUGAS YANG MENUNGGU SAYA ESOK DAN YANG HARUS DI SELESAIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMEN TEMENâ€¦.SAATNYA NANTI AKAN ADA TEMEN KITA SORAYA YANG AKAN MENGGANTIKAN POSISI SAYA UNTUK BERJALAN BERSAMA TEMEN TEMENâ€¦..MASIH DENGAN OM GUNâ€¦.(PANGGILAN MESRA GUE UNTUK BOS GUE YANG SATU ITU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OH IYA â€¦.KITA MASIH DEKET BANGET LOOOH CUMA GESER SEDIKIT AJA...&lt;br /&gt;DAN SAYA MASIH BISA MINTA TOLONG KAN YAAAAâ€¦&lt;br /&gt;BIASA LAAAAAAH â€¦ KAN NAMANYA JUGA ARTISâ€¦..SUKANYA MENCLOK SANA MENCLOK SINIâ€¦.NAH NANTI KALAU ADA ARTIS YANG LAGI MENCLOK DI DAERAH TEMEN TEMEN ..YAAAâ€¦MINTA TOLONG INFORMASINYA YAAAâ€¦.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OKE SAMPAI DISINI DULU YAH ..KELUH KESAH GUE â€¦UNTUK SRIKANDI SRIKANDI GUEâ€¦..WINDA, VIONA, ALINâ€¦TETAP SEMANGATâ€¦KITA MASIH TETAP BISA BERGOSIP RIA LOOOOHâ€¦.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERAKHIRâ€¦SAYA UCAPKAN BANYAAAAAAAAAK BANYAK TERIMAKASIH ATAS KERJASAMA TEMEN TEMEN DI SELURUH PELOSOK DAERAH..YANG TANPA LELAH DAN TAK KENAL WAKTU â€¦UNTUK TETAP BERKIBARNYA GLOBAL TV KITAâ€¦..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSYAALLAH SIAPA TAU KELAK KITA BISA BERJALAN BERSAMA LAGIâ€¦..&lt;br /&gt;â€¦..(KALAU MAU CURHAT GW MASIH MENDENGAR LOOHâ€¦..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKALI LAGI TERIMA KASIH ATAS KONTRIBUSI TEMAN TEMAN ATAS TETAP BERKIBARNYA GLOBALTVâ€¦DAN MEMBERIKAN KEPERCAYAAN KEPADA SAYA...&lt;br /&gt;PENGHARGAAN YANG TIDAK TERNILAI UNTUK SEMUA KERINGAT TEMEN TEMEN, UNTUK TETAP MEMPERTAHANKAN KIBARAN BENDERA GLOBALTV DI DAERAH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALAU KATA TEMAN SAYA â€¦YANG SEKALIGUS ADIK SAYAâ€¦.JUGA SAUDARA SAYA...DIUJUNG SANA ..TEMAN TEMAN SAMPAI BERDARAH DARAH DALAM MENGEJAR BERITAâ€¦AGAR TIDAK KALAH SAING DAN TIDAK KALAH GENGSIâ€¦SUPAYA GLOBALTV JUGA GA KALAH KETINGGALAN TAYANGAN BERITANYAâ€¦â€¦OKE ITU BENER BANGEETâ€¦..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK SEMUANYA SEKALI LAGI SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH..ATAS KERJASAMA NYA SELAMA INIâ€¦â€¦DAN DOAKAN SAYA BISA MENGEMBAN TUGAS SAYAâ€¦.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM â€¦..UNTUK SABANG SAMPAI MERAUKEâ€¦â€¦DITUNGGU INFORMASI SELEBRITINYAâ€¦.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA SEMUANYA MEMBAWA KEBAIKAN&lt;br /&gt;WASALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPET&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6iiZXa6raI/AAAAAAAAAIA/UkDrtUO9CM0/s1600-h/pare-pare+016.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163555529447615906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6iiZXa6raI/AAAAAAAAAIA/UkDrtUO9CM0/s200/pare-pare+016.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tulisan di atas postingan Ipet "gila" kordaku, di milis globalv saat tahu kalau dia akan dipindahkan jadi korlip infotaiment. Aku tahu benar dia berat tinggalkan para prajuritnya yang tersebar di seantoro nusantara ini. Tapi apa lacur bos di globaltv tidak paham dengan keinginan para prajurit daerah, yang masih sangat membutuhkan Ipet menuntun jalan para kontrikbutor yang kian hari makin tersesat.. hahahahahahaha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses selalu Bunda ipet.... Hidup Antang!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3813336866200310964?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3813336866200310964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3813336866200310964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3813336866200310964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3813336866200310964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/01/postingan-kordaku.html' title='Ipet tinggalkan anak daerah..huh!!!'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R6iiZXa6raI/AAAAAAAAAIA/UkDrtUO9CM0/s72-c/pare-pare+016.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6250506053289105737</id><published>2008-01-21T17:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:22.168-08:00</updated><title type='text'>Angin di pagi hari</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R5VCQyBFd-I/AAAAAAAAAHE/jsXqxgaIkJs/s1600-h/sang+fajar.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158101804294436834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R5VCQyBFd-I/AAAAAAAAAHE/jsXqxgaIkJs/s400/sang+fajar.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Angin di pagi hari ini mengekalkan satu harapan&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nyanyian rindu terlantun kala jelang pagi Ini, &lt;/div&gt;&lt;div&gt;hidup adalah detak perjuangan &lt;/div&gt;&lt;div&gt;hari ini akan kuenyahkan &lt;/div&gt;&lt;div&gt;duka-derita untuk meraih mimpi-mimpiku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6250506053289105737?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6250506053289105737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6250506053289105737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6250506053289105737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6250506053289105737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/01/angin-di-pagi-hari.html' title='Angin di pagi hari'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R5VCQyBFd-I/AAAAAAAAAHE/jsXqxgaIkJs/s72-c/sang+fajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-2012238117667468607</id><published>2008-01-19T03:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:22.352-08:00</updated><title type='text'>Senja luluhkan hatiku</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R5HkiyBFd9I/AAAAAAAAAG8/lyL_Wlx_sSU/s1600-h/sunset.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157154334508939218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R5HkiyBFd9I/AAAAAAAAAG8/lyL_Wlx_sSU/s400/sunset.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tak tahu pertama kali dia datang. Yang jelas saat ini dia masih ada, memang dia bukanlah senjaku tapi entah kenapa hingga saat ini keberadaannya mampu meluluhkan hatiku.Sosok tegar mungkin saja melebihi seorang Frida kahlo.&lt;br /&gt;Melihatnya seperti itu akupun seperti tersihir. Semangatku kini melecut. Aku kembali tegak."Aneh. Aku rasakan sesuatu yang aneh", katakuBersama kami telah melewati sebuah perjalanan waktu dan hingga saat inipun seperti itu. Berjalan mencari sesuatu, sebuah arti kehidupan lewat jalan yang sama untuk  saat ini.&lt;br /&gt;Saat ini jalanya sama tapi aku tak tahu tujuan yang ingin dicapai senja ku. Jika suatu saat ternyata tujuan kita sama aku akan tersenyum dan memberikan yang terbaik untuknya tapi jika ternyata tujuannya tak seperti yang kukira aku akan tetap tersenyum dan berterima kasih karena telah menemaniku dalam penggalan perjalanan kehidupanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-2012238117667468607?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/2012238117667468607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=2012238117667468607&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2012238117667468607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2012238117667468607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/01/senja-luluhkan-hatiku.html' title='Senja luluhkan hatiku'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R5HkiyBFd9I/AAAAAAAAAG8/lyL_Wlx_sSU/s72-c/sunset.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-2367215341165374652</id><published>2008-01-17T07:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:22.477-08:00</updated><title type='text'>Lagi sedih</title><content type='html'>Suka duka bukanlah hal istimewa bagiku, karena setiap orang mengalaminya.&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R49wUyBFd8I/AAAAAAAAAG0/kfIakqUdWEo/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156463600688527298" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R49wUyBFd8I/AAAAAAAAAG0/kfIakqUdWEo/s320/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;hidup adalah untuk mengolah hidup, &lt;/div&gt;&lt;div&gt;bekerja membalik tanah,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;memasuki rahasia langit dan samudera.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed type="application/x-shockwave-flash" src="http://stat.radioblogclub.com/radio.blog/skins/mini/player.swf" allowScriptAccess="always" width="180" height="23" bgcolor="#ECECEC" id="radioblog_player_-1" FlashVars="id=-1&amp;filepath=http://www.radioblogclub.com/listen2?u=2wLzRmb192cv02bj5SZj5WYyZWauIDMy8GbiFWakxWZ/James%2520Blunt%2520-%2520Cry.rbs&amp;colors=body:#ECECEC;border:#BBBBBB;button:#999999;player_text:#999999;playlist_text:#999999;" &gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-2367215341165374652?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/2367215341165374652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=2367215341165374652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2367215341165374652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2367215341165374652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/01/lagi-sedih.html' title='Lagi sedih'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R49wUyBFd8I/AAAAAAAAAG0/kfIakqUdWEo/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-5930208934389595561</id><published>2008-01-07T09:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:22.632-08:00</updated><title type='text'>Jenuh</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R4JhwSBFd6I/AAAAAAAAAGk/_SHLIEnPog4/s1600-h/images%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152788405763274658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R4JhwSBFd6I/AAAAAAAAAGk/_SHLIEnPog4/s320/images%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai manusia biasa tentu saya sering terperangkap dalam labirin kejenuhan. Labirin yang penuh liku dan tak tahu pintu keluarnya dimana. Saya berusaha lari terus menyusuri lorong labirin yang penuh persimpangan jalan. Seolah memberi pilihan kepada saya mau lari kemana toh sama saja semua akan kembali ke jalan yang sama.&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti itu, saya sengaja menabrakkan diri ke setiap dinding labirin. Dalam imajinasi saya ini hanyalah sebuah ilusi dan rutinitas yang menyeret alam sadar saya hingga terjebak dalam sequence serba ‘by default’.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-5930208934389595561?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/5930208934389595561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=5930208934389595561&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5930208934389595561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5930208934389595561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/01/jenuh.html' title='Jenuh'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R4JhwSBFd6I/AAAAAAAAAGk/_SHLIEnPog4/s72-c/images%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-5795714367842414716</id><published>2008-01-07T09:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:22.751-08:00</updated><title type='text'>Wajah penegak hukum di kotaku</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R4JfnyBFd5I/AAAAAAAAAGc/iXu8Ms-NsTA/s1600-h/kejati+bodoh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152786060711131026" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R4JfnyBFd5I/AAAAAAAAAGc/iXu8Ms-NsTA/s320/kejati+bodoh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lembaga penegak hukum di sulawesi selatan kembali tercoreng. Siang tadi, Senin (7/1/08) di kotaku Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Lembaga Anti Kekerasan, terlibat aksi saling kejar dengan pegawai Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, saat mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kejati Sulsel berpartisiapsi aktif dalam agenda reformasi peradilan.&lt;br /&gt;Kericuhan itu berawal setelah puluhan mahasiswa tersebut tidak diperbolehkan memasuki kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.&lt;br /&gt;Mahasiswapun mencoba untuk memasuki kantor kejati dengan menendang dan mambakar ban bekas di depan pintu gerbang. Entah mengapa, tiba-tiba puluhan pegawai kejati berlarian ke arah pintu gerbang.&lt;br /&gt;Setelah pintu gerbang kejati dibuka salah seorang petugas, puluhan pegawai ini langsung mengejar mahasiswa. Aksi saling lempar batu dan kayu terjadi di antar ke dua kubu. Mahasiswapun berlari ke arah kampus Universitas 45 yang berjarak hanya 200 meter dari lokasi kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan mahasiswa yang emosi ini tentunya kembali akan melakukan pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, beginikah wajah wajah para penegak hukum di negeri kita? Menurutku mereka tidak ada bedanya dengan preman yang ada di tiap sudut kota makassar. Bahkan, mereka lebih tidak berarti dengan preman-preman jalanan, dan tidak pantas menyandang predikat sebagai penegak hukum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-5795714367842414716?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/5795714367842414716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=5795714367842414716&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5795714367842414716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5795714367842414716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2008/01/wajah-penegak-hukum-di-kotaku.html' title='Wajah penegak hukum di kotaku'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R4JfnyBFd5I/AAAAAAAAAGc/iXu8Ms-NsTA/s72-c/kejati+bodoh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6741799550065837179</id><published>2007-12-21T15:51:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:22.852-08:00</updated><title type='text'>22 desember</title><content type='html'>Hari ini tepat tanggal 22 Desember, dimana orang-orang tetap melakukan aktivitas seperti biasa, tidak ada yang spesial. Adalah aku yang merasa berbeda. Hari ini adalah hari yang membawaku ke umur dua puluh lima tahun. Suatu tingkat pencapaian kedewasaan bagiku.&lt;br /&gt;Aku merasa belum sanggup memikul umur ini karena banyak yang terlewat dibelakangku. Tapi, waktu terus bejalan maju. Hanyalah mimpi yang dapat terulang dan kembali.Aku merayakan hari istimewa ini sendirian. Tanpa ada yang menemani.&lt;br /&gt;                                &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R2xRsiBFd3I/AAAAAAAAAGM/xpZN-22_b-4/s1600-h/images[12].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5146578299665086322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R2xRsiBFd3I/AAAAAAAAAGM/xpZN-22_b-4/s400/images%5B12%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ku hanya menunggu tetes rintik hujan&lt;br /&gt;Menjelajah ruang arti sebuah catatan&lt;br /&gt;Kisah kisah sepanjang perjalanan&lt;br /&gt;dan anginpun meratap sembari berbisik padaku&lt;br /&gt;awan itu laksana jiwamu&lt;br /&gt;langit biru adalah payungmu&lt;br /&gt;&lt;div&gt;cakrawala lembayung adalah penjagamu&lt;br /&gt;hari ini adalah harimu...&lt;br /&gt;malam ini adalah punyamu..&lt;br /&gt;detik ini adalah milikmu ....&lt;br /&gt;...ulang tahun mu...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6741799550065837179?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6741799550065837179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6741799550065837179&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6741799550065837179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6741799550065837179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/detik-ini-milikku.html' title='22 desember'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R2xRsiBFd3I/AAAAAAAAAGM/xpZN-22_b-4/s72-c/images%5B12%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-9163892003156328667</id><published>2007-12-20T00:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:22.945-08:00</updated><title type='text'>Mengenal masyarakat karampuang</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R2ot_SBFd2I/AAAAAAAAAGE/8yMwtatVvRc/s1600-h/KARAMPUANG.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145976089415612258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R2ot_SBFd2I/AAAAAAAAAGE/8yMwtatVvRc/s400/KARAMPUANG.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mendengar nama Karampuang bagi sebagian besar masyarakat Sulawesi Selatan bukanlah hal aneh. Nama Karampuang ditemukan dihampir seluruh daerah termasuk di Kota Makassar. Namun Karampuang yang memiliki rumah adat serta peninggalan Arkeologi yang beraneka macam hanya di Karampuang yang terdapat di Kabupaten Sinjai. Keunikan budaya Karampuang yang cenderung matrealistik diawali pada sebuah peristiwa besar yang terjadi di Karampuang yang merupakan peristiwa yang mengawali rentetan peristiwa berikutnya. Peristiwa besar serta simbol yang terkandung pada keunikan budayanya semuanya tertulis pada Lontarak Karampuang yang disakralkan pendukungnya. Dikisahkan dalam Lontarak Karampuang bahwa pada jaman dahulu kala tatkala bumi ini masih dikelilingi oleh air, Karampuang dan sekitarnya tidak digenangi oleh air yang disebut dengan Cimbo.&lt;br /&gt;Makna kata "Cimbo" ini ialah wilayah bagaikan tempurung yang menyembul seperti tempurung kelapa di tengah genangan air. Di tengah cimbo inilah yang kelak ditemukan seorang yang tak dikenal yang akhirnya diberi gelar "Manurunge Ri Karampulue" yang artinya seorang yang karena hadirnya membuat seluruh warga merinding atau berdiri bulu romanya.&lt;br /&gt;Penamaan Karampulue kemudian berubah nama dan lebih dikenal dengan Karampuang. Setelah Manurunge ri Karampulue lama menetap dan memimpin warganya tiba-tiba ia berpesan "eloka tuo tea, mate eloka madeceng tea maja''. Kata-kata ini adalah wasiat agar senantiasa memelihara segala tradisi yang diwariskan kepada mereka. Wasiat ini juga untuk kemaslhatan warga Karampuang. Setelah berpesan maka dia tertidur dan lama kelaman menghilang dan tiba-tiba muncul lagi tujuh orang "To manurung baru yang disebut Manurung Pitue". Mereka ini dikirim untuk menjadi raja baru pada cimbo-cimbo baru setelah air surut sebanyak tujuh kali. Adapun tempat yang dituju adalah Ellung Mangere, Bonglangi, Bontona Barue, Carimba, Lante, Amuru, Tessese. Sementara yang tinggal di Karampuang adalah seorang wanita yang diyakini merupakan jelmaan dari Manurunge ri Karampulue tadi.&lt;br /&gt;Ini menandakan rumah adat Karampuang dilambangkan dengan wanita sedangkan saudaranya yang lain adalah laki-laki sehingga diungkapkan sebagai "Lao cimbonna, monro capengna". Pada saat keenam saudaranya hendak pergi menempati wilayah baru sekaligus menjadi raja, saudara wanitanya berpesan: Nonnono makaake lembang Numalappo kualinnrungi Numatanre kuaccinaun Mukkelo kuakkelori Ualai lisu, yang bermaksud bahwa silahkan pergi menjadi raja ditempat lain, namun kebesaran kerajaanmu kelak harus mampu melindungi Karampuang. Raihlah kehormatan itu akan turut menaungi kehormatan leluhurmu. Meskipun demikian segala kehendakmu haruslah atas kehendakku jua, apabila segala kebesaran dan kehormatan itu tidak aku ambil kembali. Setelah keenam saudaranya itu menjadi raja maka mereka membentuk masing-masing dua gella baru sehingga terciptalah 12 gella selain karampuang sebagai induk yakni Bulu, Bicu, Sulewatang, Salohe, Satengnga, Pangepenna Satengnga yang hingga saat ini menjadi pendukung utama budaya karampuang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-9163892003156328667?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/9163892003156328667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=9163892003156328667&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/9163892003156328667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/9163892003156328667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/mengenal-masyarakat-karampuang.html' title='Mengenal masyarakat karampuang'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R2ot_SBFd2I/AAAAAAAAAGE/8yMwtatVvRc/s72-c/KARAMPUANG.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4835851434554954058</id><published>2007-12-09T03:06:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:23.024-08:00</updated><title type='text'>Aku rindu....</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1vMcxw7AEI/AAAAAAAAAF4/EfDBdUrqYN0/s1600-h/images[64].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141928194340487234" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1vMcxw7AEI/AAAAAAAAAF4/EfDBdUrqYN0/s320/images%5B64%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Aku rindukan manusia yang berjiwa mulia!&lt;br /&gt;Aku rindukan manusia yang berjiwa pembela kebajikan manusia dan kesejahteraan masyarakat tanpa mengutamakan keuntungan diri mereka sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindukan manusia yang berhati dan berjiwa luhur!&lt;br /&gt;Aku ingin bersahabat dengan mereka semua demi untuk berusaha bersama dengan mereka kearah kebaikkan, keselamatan, kesejahteraan hidup&lt;br /&gt;untuk manusia di dunia ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itulah aku mengkritik!&lt;br /&gt;Sebab itulah aku menulis!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4835851434554954058?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/4835851434554954058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=4835851434554954058&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4835851434554954058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4835851434554954058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/aku-rindu.html' title='Aku rindu....'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1vMcxw7AEI/AAAAAAAAAF4/EfDBdUrqYN0/s72-c/images%5B64%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-2258373379263634389</id><published>2007-12-05T02:43:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:23.128-08:00</updated><title type='text'>Ayo lawan....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1aBaEYsZ2I/AAAAAAAAAFQ/Kx9bny64dnE/s1600-h/images[36].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140438309543896930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1aBaEYsZ2I/AAAAAAAAAFQ/Kx9bny64dnE/s320/images%5B36%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Melawan arus perubahan Menahan tiupan angin&lt;br /&gt;Melawan derasnya sungai Menahan hantaman gelombang&lt;br /&gt;Menuai mimpi-mimpi yang tertunda&lt;br /&gt;Merealisasi janji-janji kehidupan&lt;br /&gt;Sedikit pergerakan merubah seluruh pergolakan&lt;br /&gt;Sekedar menyatakan jiwa revolusioner&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala daya upaya dikerahkan agar penindasan dihentikan&lt;br /&gt;Seluruh jiwa, pikiran dan hati diserahkan agar mereka sadar..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-2258373379263634389?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/2258373379263634389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=2258373379263634389&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2258373379263634389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2258373379263634389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/ayo-lawan.html' title='Ayo lawan....'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1aBaEYsZ2I/AAAAAAAAAFQ/Kx9bny64dnE/s72-c/images%5B36%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6566403159832217550</id><published>2007-12-05T02:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:23.278-08:00</updated><title type='text'>Akhirnya kau pergi juga kawan...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1Z_g0YsZ1I/AAAAAAAAAFI/-Ul_RcOP2Zw/s1600-h/images[14].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140436226484758354" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1Z_g0YsZ1I/AAAAAAAAAFI/-Ul_RcOP2Zw/s320/images%5B14%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tidak, dia bukan pengecut, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;bagi-ku dia malah sangat berani, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;berani mengambil keputusan yang mungkin &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;adalah salah satu keputusan terberat dalam hidup-nya, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;di-mana di satu sisi, dia sangat mencintai rekan rekannya di tempat-nya mengabdi selama ini, memberikan mereka setitik kebahagiaan, dan di satu sisi lagi dia menjadi korban ke-munafik-an manusia-manusia yang tidak ber-tanggung jawab. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dia pernah bilang:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;“Aku masih punya harga diri, dan aku memilih untuk keluar dari sini sebelum di-usir oleh mereka. Ya, kalau memang mereka punya otak dan punya moral, tapi alangkah sakit-nya ketika mereka ternyata hanya beda tipis dengan binatang, yang tidak punya hati, bukan untuk-ku, tapi untuk mereka,teman teman kita yang masih butuh perhatian” &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6566403159832217550?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6566403159832217550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6566403159832217550&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6566403159832217550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6566403159832217550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/akhirnya-kau-pergi-juga-kawan.html' title='Akhirnya kau pergi juga kawan...'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1Z_g0YsZ1I/AAAAAAAAAFI/-Ul_RcOP2Zw/s72-c/images%5B14%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-761886144705250619</id><published>2007-12-04T09:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:23.965-08:00</updated><title type='text'>Hmm..........</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140168461043656498" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1WL-0YsZzI/AAAAAAAAAE4/ePcdAjrovj4/s320/images%5B20%5D.jpg" border="0" /&gt;Pernahkah rasakan kecut daun tembakau dalam rokokku?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;mungkin dia akan memberitahumu gerak pikirku satu persatu atau bisa jadi asap putihnya akan memecah di ujung hidungmu singgah sejenak, sebelum angin menjemputnya untuk menyatu.&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140169088108881730" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1WMjUYsZ0I/AAAAAAAAAFA/wnYsELSZwfs/s320/images%5B20%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pernahkah rasakan pahit kafein dalam kopiku?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;setitik gula kutambahkan, sejumput rasa manis mengusap lidah muterbersitkah sedikit dalam hati mu secercah saja tarikan bibirmu menjadi anugerah? &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;kalau saja rokokku, kopiku, menyisipkan pesan yang dapat kau tangkap dengan hatimu kenapa justru tak pernah ada percaya bagi mulutku?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;ataukah… aku kembali harus diam dan bisu?????????????&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-761886144705250619?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/761886144705250619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=761886144705250619&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/761886144705250619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/761886144705250619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/hmm.html' title='Hmm..........'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1WL-0YsZzI/AAAAAAAAAE4/ePcdAjrovj4/s72-c/images%5B20%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-204435252450062975</id><published>2007-12-04T09:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:24.045-08:00</updated><title type='text'>Empat tangkai</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1WJyEYsZyI/AAAAAAAAAEw/YALUHkiOBLw/s1600-h/images[9].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140166042977068834" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1WJyEYsZyI/AAAAAAAAAEw/YALUHkiOBLw/s320/images%5B9%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Empat tangkai bunga kusematkan malam ini..&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu untukmu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;satu untukku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;satu untuk pertemuan kita&lt;/div&gt;&lt;div&gt;dan satu lagi, untuk perpisahan kita&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-204435252450062975?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/204435252450062975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=204435252450062975&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/204435252450062975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/204435252450062975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/empat-tangkai.html' title='Empat tangkai'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1WJyEYsZyI/AAAAAAAAAEw/YALUHkiOBLw/s72-c/images%5B9%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1465671702160905918</id><published>2007-12-01T23:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:24.149-08:00</updated><title type='text'>Yesterday......................</title><content type='html'>&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5139268061567718754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1JZEq9BFWI/AAAAAAAAAEo/W80vkZsadGw/s320/losariku.jpg" border="0" /&gt;Hidup harus terus berjalan.....dan aku meninggalkan hari kemarin...&lt;br /&gt;Dan aku Menjalani hari Ini Dengan Menatap hari Esok Yang Kudamba Lebih Baik...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1465671702160905918?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1465671702160905918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1465671702160905918&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1465671702160905918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1465671702160905918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/yesterday.html' title='Yesterday......................'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1JZEq9BFWI/AAAAAAAAAEo/W80vkZsadGw/s72-c/losariku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-5613125941889420085</id><published>2007-12-01T09:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:24.352-08:00</updated><title type='text'>Awal musim penghujan di kotaku</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1bL-kYsZ4I/AAAAAAAAAFg/5-F1-8K10Uw/s1600-h/images[27].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140520300469577602" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1bL-kYsZ4I/AAAAAAAAAFg/5-F1-8K10Uw/s320/images%5B27%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam ini awal musim penghujan non. kotaku terguyur tetes-tetes air dari langit itu, indah sekali. Kebun-kebun itu mulai tampak hidup, bunganya mulai bermekaran indah. Begitu juga dengan kamboja di sudut jendala ini, mulai mekar dan berkisah tentang harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Halaman-halaman rumput itu begitu segar dan mempunyai essense sendiri dari basahnya, entahlah non tapi lebih wangi dari parfum manapun yang kukenal, parfummu bahkan. Walau aku kini mulai lupa wangi parfum itu, senyummu bahkan aku mulai lupa.&lt;br /&gt;Sebenarnya ingin sekali mengingatnya, membauinya walau engkau sejauh pulu….han kali rasi bimasakti. Buku di tanganku ini belum lagi habis kubaca, saat tetes terakhir kopi hangat meresap dilidahku, yang kerap kelu saat berbicara denganmu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Malam ini aku menikmati seperti biasanya di sofa rumah ini. Hanya beberapa langkah dari tempatmu menjemput senja, pulang dengan langkah lunglai atau tawa renyah karena sudah habis waktumu hari ini berkutat dengan segala angka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang di musim-musim seperti ini aku berharap kembali lagi melihat pelangi, pelangi dalam artian sesungguhnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Benda setengah lingkaran yang warnanya seindah kosong matamu. Namun pelangi itu tak jua tiba, bahkan hanya untuk mengkonfirmasi kedatangannya lewat sms atau sambungan jarak jauh. Kurasa engkau juga telah memakan pelangi itu, seperti engkau makan bulanku. tapi tak apa, aku lebih suka kau memakannya. Bagaimana kabarmu disana ? bagaimana dirimu sekarang ? &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-5613125941889420085?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/5613125941889420085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=5613125941889420085&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5613125941889420085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5613125941889420085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/12/awal-musim-penghujan-di-kotaku.html' title='Awal musim penghujan di kotaku'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R1bL-kYsZ4I/AAAAAAAAAFg/5-F1-8K10Uw/s72-c/images%5B27%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-2240255443040251219</id><published>2007-11-21T11:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:24.467-08:00</updated><title type='text'>Tentang seorang yang menembus hujan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0SHd3VBmPI/AAAAAAAAAEA/DlBQQ_zdeBs/s1600-h/images[96].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135378422247299314" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0SHd3VBmPI/AAAAAAAAAEA/DlBQQ_zdeBs/s320/images%5B96%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekian ratus tahun sudah, ia tak pernah sanggup melahirkan benci pada hujan.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;selain selimut tebal dan sepenggal sejarah malam lewat dalam dekapan para pemabuk gerimis di matanya seolah menggigil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tak kunjung lelah untuk melupakan sayup-sayup suara azan tetapi Tuhan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;ah, dadanya penuh dengan goresan takdir &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelam, telah bosan ia menjumlah waktu karena panjang atau melingkar tetap irama rahasia detak-detak tentang maut. Seperti tetes-tetes di mulut jendela mengetuk dan berkabar bahwa perjalanan bukanlah sekadar tarian dan ia. mencoba mencintai langit!!! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-2240255443040251219?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/2240255443040251219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=2240255443040251219&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2240255443040251219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/2240255443040251219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/tentang-seorang-yang-menembus-hujan.html' title='Tentang seorang yang menembus hujan'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0SHd3VBmPI/AAAAAAAAAEA/DlBQQ_zdeBs/s72-c/images%5B96%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-6963740675390740306</id><published>2007-11-20T20:58:00.001-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:24.709-08:00</updated><title type='text'>Westerling si tukang jagal</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135153670903666882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0O7DnVBmMI/AAAAAAAAADs/_bD8p0Xb-_c/s320/images%5B85%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;Westerling&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div&gt;Menjelang peringatan tragedi pembantaian 40.000 jiwa rakyat Sulsel, yang jatuh tanggal 11 Desember, saya warga jalan korban 40.000 jiwa ini mencoba mengulas mengenai sosok kapten Raymond Westerling dari data yang aku peroleh dari internet dan beberapa buku. Masa kecil Westerling tak banyak terungkap, sebagian besar rapat tertutup. Dalam stambuk tentara KNIL, namanya hanya tertera sebagai Kapten Westerling. Ia lahir di Istanbul, Turki, pada hari Minggu, 31 Agustus 1919. Orangtuanya adalah pasangan pedagang karpet. Ayahnya seorang Belanda, ibunya keturunan Yunani. Ketika berusia 5 tahun, kedua orang tuanya meninggalkan Westerling. Anak tak bahagia itu lalu hidup di panti asuhan. Tempat itulah mungkin yang membentuk dirinya menjadi orang yang tidak bergantung dan terikat pada siapa pun.&lt;br /&gt;Westerling yang sudah tertarik pada buku-buku perang sejak masih belia menemukan kesempatan untuk jadi tentara ketika Perang Dunia pecah. Desember 1940, ia datang ke Konsulat Belanda di Istanbul. Westerling menawarkan diri menjadi sukarelawan. Ia diterima. Tapi untuk itu, sebelumnya ia harus bergabung dengan pasukan Australia. Bersama kesatuannya, Westerling ikut angkat senjata di Mesir dan Palestina. Dua bulan kemudian ia dikirim ke Inggris dengan kapal. Di sini kesewenang-wenangannya mulai muncul. Ia menyelinap menuju Kanada, melaporkan diri ke Tangsi Ratu Juliana, di Sratford, Ontario. Di situlah ia belajar berbahasa Belanda.&lt;br /&gt;Westerling lalu dikirim ke Inggris. Ia bergabung dalam Brigade Putri Irene. Di Skotlandia, ia memeroleh baret hijaunya. Ia juga mendapat didikan sebagai pasukan komando. Spesialisasinya adalah sabotase dan peledakan. Ia pun mendapat baret merah dari SAS (The Special Air Service), pasukan khusus Inggris yang terkenal. Dan yang membanggakannya, ia pernah bekerja di dinas rahasia Belanda di London, pernah menjadi pengawal pribadi Lord Mountbatten, dan menjadi instruktur pasukan Belanda—untuk latihan bertempur tanpa senjata dan membunuh tanpa bersuara. Tapi ia pun pernah dipekerjakan di dapur sebagai pengupas kentang.&lt;br /&gt;Ternyata, hidup di barak bagi seorang Westerling menjemukan. Ia ingin mencium bau mesiu dan ramai pertempuran sebenarnya, bukan cuma latihan. Cita-citanya kesampaian pada 1944, Inggris menerjunkannya ke Belgia. Dari situ ia bergerak ke Belanda Selatan. Menurut buku De Zuid-Celebes Affairs, di Belgia itulah ia kali pertama merasakan perang sesungguhnya. Tapi, menurut Westerling sendiri, dalam Westerling, 'De Eenling' (Westerling, Si Penyendiri), perkenalan pertamanya dengan perang terjadi di hutan-hutan Burma.&lt;br /&gt;Berkilau agaknya prestasi militer Westerling. Tapi entah mengapa ia meninggalkan satuannya, pasukan elit Inggris, dan masuk menjadi anggota KNIL. Ia lalu terpilih masuk dalam pasukan gabungan Belanda-Inggris di Kolombo. Pada September 1945, bersama beberapa pasukan, Westerling diterjunkan ke Medan, Sumatera Utara. Tujuannya, menyerbu kamp konsentrasi Jepang Siringo-ringo di Deli, dan membebaskan pasukan pro-Belanda yang ditawan. Ia berhasil.&lt;br /&gt;Sebulan kemudian tentara Inggris mendarat di Sumatera Utara, dan entah bagaimana Westerling bergabung dengan pasukan ini. Tugasnya, melakukan kontraspionase, demikian kata buku Westerling, De Eenling. Itu makanya di Medan ia mengkoordinir orang-orang Cina, membentuk pasukan teror Poh An Tui (PAT). Pertengahan tahun 1946, ia dikirim ke Jakarta.&lt;br /&gt;Di KNIL, karier militer Westerling menanjak cepat. Mulanya, ia hanya seorang instruktur. Tak lama, pada usia 27 tahun, Letnan Satu Westerling diangkat sebagai Komandan Depot Speciale Troepen (DST), Pasukan Para Khusus Belanda. Pasukan inilah yang ditugaskan ke Makassar, untuk membantu Kolonel De Vries mempertahankan kekuasaan Belanda. Pada 5 Desember 1946, ia tiba di Makassar. Belum seminggu di tempat baru, ia sudah membuat teror yang menggemparkan. Kampung dikepung, dihujani mortir. Rumah-rumah dibakar habis. Penduduk dikumpulkan, dibantai. Dan para anggota pergerakan kemerdekaan disiksa, sebelum dihabisi dengan biji-biji peluru.&lt;br /&gt;Empat bulan teror, perlawanan penduduk mereda. Anehnya, rakyat mengelu-elukan Westerling, mungkin karena takut. Ketika beranjak dari Makassar, kembali ke Jawa, konon, seseorang memberikan kenang-kenangan sebilah badik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Westerling Pembantai Dramatis Kemanusiaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 11 Desember 1946 adalah hari berkabung di Sulawesi Selatan. Pada hari itu Raymond Pierre Westerling dari tentara KNIL dikenal dengan julukan ?De Turk? (orang Turki) mulai melaksanakan aksi pembersihan terhadap orang-orang Indonesia yang pro kemerdekaan. Tiga bulan lamanya aksi militer berlangsung dan kurang lebih 40 ribu orang tak berdosa mati terbunuh (Ensiklopedi Umum 1973). Keganasan Westerling dicatat dari Dinas Kemiliteran Belanda pertengahan tahun 1948. Ia terkenal dengan aksi?aksinya membantai manusia yang pro kemerdekaan sebagai anti kemerdekaan Indonesia dia mempersiapkan terbentuknya Tentara Partikelir yang dinamakannya Angkatan Darat Ratu Adil (APRA) Republik Indonesia Serikat. Konsep tersebut dibuat pada hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag yang ketika itu belum berusia dua minggu. Westerling mengirimkan ultimatum kepada pemerintah RIS dan Negara Pasundan. Dia menuntut agar kekuasaan militer di Pasundan diserahkan kepada APRA dan agar mengakui APRA sebagai pasukan resmi.&lt;br /&gt;Tanggal 23 Januari 1950 Westerling dan pasukannya menduduki Cimahi di mana terdapat pasukan Belanda dan KNIL dan 300 orang disortir menggabungkan diri kepada APRA. Mereka menyerbu kota Bandung dengan kekuatan 800 orang bersenjata lengkap. APRA berusaha merebut Markas besar tentara Siliwangi di Oude Hospitalweg. Dalam tembak menembak waktu itu sejumlah 79 orang yang meninggal antara lain Letkol Lembong, Mayor Ir Djokosutikno, Mayor Sachirin , Kapten Dudung (Ensiklopedi Indonesia 1980). Komisaris Tinggi Belanda di Jakarta Dr Hirschfeld yang menghukum tindakan Westerling dengan memerintahkan kepada Jenderal Engles di Bandung agar menindas Westerling yang dianggapnya sebagai kudeta berdarah. Sikap tegas Engels membuat terbirit-birit mencari cantolan politiknya untuk meloloskan diri dari kejaran tentara Indonesia. Dalam cantolan politiknya itu dianggap mempunyai hubungan kuat dengan wali negara Pasundan dan Sultan Hamid dari Pontianak. Itulah sebabnya keduanya ditahan oleh Pemerintah RIS karena dituduh bersekongkol dengan Westerling, apalagi jauh sebelum membantai di Jawa Barat telah membuat korban yang dramatis di Sulawesi Selatan, Korban 40 Ribu Jiwa rakyat di Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Korban 40 Ribu Jiwa&lt;/strong&gt; &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0O7OHVBmNI/AAAAAAAAAD0/C1uQqoODAgw/s1600-h/images[97].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135153851292293330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0O7OHVBmNI/AAAAAAAAAD0/C1uQqoODAgw/s320/images%5B97%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Korban 40 Ribu Jiwa di Sulawesi Selatan yang diperingati setiap 11 Desember merupakan noda hitam dalam sejarah kemanusiaan Sulawesi Selatan. Bila kita memutar arah jarum jam sejarah atau membangun kembali ?historical mainstream? dengan membandingkan penegakan hak asasi manusia yang semakin deras setelah reformasi, maka kita akan sedih, menangis dan menjerit dan berkata ?bahwa Korban 40 Ribu jiwa adalah tragedi berdarah kemanusiaan di abad ke-20?. Lalu apa kaitannya dengan mengungkapkan peristiwa 59 tahun yang silam dengan pelanggaran hak asai manusia.&lt;br /&gt;Jika ditilik pertemuan antara pihak Indonesia dan Belanda pada tanggal 9 Februari 1950, maka jelas peristiwa korban 40 Ribu Jiwa di Sulawesi Selatan dianggap sebagai pelanggaran HAM berat. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-6963740675390740306?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/6963740675390740306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=6963740675390740306&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6963740675390740306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/6963740675390740306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/westerling-si-tukang-jagal.html' title='Westerling si tukang jagal'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0O7DnVBmMI/AAAAAAAAADs/_bD8p0Xb-_c/s72-c/images%5B85%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1292893303500763272</id><published>2007-11-19T08:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:24.809-08:00</updated><title type='text'>Mengalah bukan berarti kalah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0G9f3VBmKI/AAAAAAAAADY/6ehzgIPVILg/s1600-h/images[81].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134593405304805538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0G9f3VBmKI/AAAAAAAAADY/6ehzgIPVILg/s320/images%5B81%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Saat hati terluka, saat jiwa meronta&lt;br /&gt;&lt;div&gt; satu sisi ku menginginkannya, di sisi yang lain ku tak ingin kehilangan nya  biarlah aku yang mengalah biarlah perasaan ini kupendam selamanya. biarlah aku yang mengalah, tapi bukan berarti aku putus asa, bukan berarti       aku  sudah kalah karena tak selamanya mengalah berarti kalah!!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1292893303500763272?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/1292893303500763272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=1292893303500763272&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1292893303500763272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1292893303500763272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/mengalah-bukan-berarti-kalah.html' title='Mengalah bukan berarti kalah'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0G9f3VBmKI/AAAAAAAAADY/6ehzgIPVILg/s72-c/images%5B81%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7550268167496707117</id><published>2007-11-18T14:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:24.976-08:00</updated><title type='text'>hanya bisa teremenung........</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0DDrXVBmII/AAAAAAAAADI/h5LbF85P-UY/s1600-h/images[50].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134318724966357122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0DDrXVBmII/AAAAAAAAADI/h5LbF85P-UY/s320/images%5B50%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Barangkali sudah 5 menit, atau mungkin masih dalam jarak menempuh 5 menit saya tidak mendapatkan ide sama sekali. Kosong. Akhirnya, saya memilih merenung daripada berpikiran yang tiada guna.. &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Entahlah, sampai saat ini saya masih termangu di kamarku. Tidak beranjak dan kembali merenung sendiri. Tetap di sini. Sampai pagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7550268167496707117?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7550268167496707117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7550268167496707117&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7550268167496707117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7550268167496707117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/hanya-bisa-teremenung.html' title='hanya bisa teremenung........'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0DDrXVBmII/AAAAAAAAADI/h5LbF85P-UY/s72-c/images%5B50%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4178277628513208002</id><published>2007-11-18T04:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:24.981-08:00</updated><title type='text'>Kata</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0Az03VBmHI/AAAAAAAAAC4/hLoNvwHeI-Q/s1600-h/sendi.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Di tepi bumi kesedihan berkibar&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;bagai saputangan yang dikirim tanpa berita&lt;br /&gt;bumi telah penuh dengan kata-kata &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dan akarnya menancap di dada. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sungai mengalirkan serapah ke muara, ke laut tempat berakahirnya duka, tempat hidup memulai dan mengakhiri kata!&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4178277628513208002?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4178277628513208002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4178277628513208002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/kata.html' title='Kata'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-8534876866640584459</id><published>2007-11-18T02:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:25.076-08:00</updated><title type='text'>Isu SARA berhembus lagi di kampungku</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0AZ7nVBmFI/AAAAAAAAACo/y8BB2iMOfZE/s1600-h/images[36].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134132087162509394" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0AZ7nVBmFI/AAAAAAAAACo/y8BB2iMOfZE/s320/images%5B36%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;DALAM pekan ini, isu SARA kembali berhembus di makassar, bukan karena kasus pembunuhan pribumiatau pun kasus pemerkosaan. Ironisnya, isu ini berhembus sesaat setelah penetapan gubernur dan wakilgubernur baru di sulsel.&lt;br /&gt;Sebuah konflik yang seharusnya tak pantas hidup di sebuah negara yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan ini. Namun kenyataan berkata lain. Lihat saja bagaimana kasus kerusuhan di Tuban, Jawa Timur yang berpangkal dari persoalan pilkada diseret ke masalah SARA. Pasalnya, salah satu tokoh yang berkonflik itu adalah warga keturunan Tionghoa.&lt;br /&gt;Isu SARA pun kembali dimainkan kelompok tertentu dalam pilkada di kampunghalamamku, buntut dari penetapan syahrul yasin limpo dan agus arifin nu'mangsebagai pasangan pemenang pada pilkada sulsel 5 november lalu. Pasangan iniberhasil melampui perolehan suara pasangan amin syam-mansyur ramli dan pasanganaziz qahar mudzakkar- mubyl handalling.&lt;br /&gt;Isu ini mulai terlihat pada aksi unjuk rasa ratusan massa salah satu pendukung calongubernur di depan kantor KPUD sulsel jumat 16 november, beberapa orang pengunjuk rasamembawa pamflet aksi yang bertuliskan nama salah seorang pendeta asal tana torajayang dituding sebagai pemecah umat. selain itu, saya juga sempat melihat sebuah pamfletyang menuliskan beberapa nama tokoh masyarakat etnis tionghoa.&lt;br /&gt;Bak sekam kering dilempar api, isu ini bisa menjadi pemantik kemarahan massa di Makassar.Jika ditarik ke belakang, konflik bahkan kerusuhan akibat isu SARA seakan sudah menjadi 'budaya' di negeri ini. Ratusan bahkan ribuan jiwa telah melayang sia-sia menjadi tumbal konflik SARA di berbagai daerah.&lt;br /&gt;Anehnya, konflik SARA ini tak mudah mati. Berhenti di suatu daerah, tak selang lama muncul di daerah lain. Tragisnya, beberapa waktu lalu, sejumlah pengamat pernah mengemukakan temuan, selain karena kesenjangan ekonomi, konflik SARA di daerah-daerah sering bermula dari harumnya aroma kekuasaan.&lt;br /&gt;Asumsi sederhana, dalam konteks kekinian, kekuasaan tidak bisa diharapkan turun dari langit. Tetapi sesuatu yang harus diupayakan dan diperjuangkan terus-menerus, baik dengan cara lunak maupun keras bahkan kasar.&lt;br /&gt;Sayangnya, perjuangan meraih kekuasaan di tingkat elit lokal itu biasa terjadi dalam bentuk kekerasan. Dan, para pemburu kekuasaan suka melakukannya dengan menyeret isu SARA yang memang efektif sebagai pemantik konflik. Mereka seolah tak menyadari, salah satu tanggung jawab dan kesalahan politik terbesar yang dapat melahirkan kekerasan sipil yang paling eksplosif adalah konflik SARA.&lt;br /&gt;Tak heran, sentimen SARA dan diskriminasi saat ini jauh lebih buruk daripada masa lalu. Konflik itu kini sulit diidentifikasi. Tidak ada batasan baik gender, usia, golongan ataupun kategori lainnya yang berlaku. Kini, SARA dapat hidup dan bersembunyi dalam diri siapa saja.&lt;br /&gt;Di masyarakat multikultur yang masih tinggi kesenjangan ekonominya seperti di Indonesia, konflik SARA memang sangat rentan terjadi. Untuk mengatasinya, tak ada jalan lain selain terus melakukan kampanye dan memberi penerangan kepada masyarakat mengenai persamaan derajat dan hak manusia yang hakiki.&lt;br /&gt;Semua pihak harus menyadari, konflik SARA bukan sekadar kejahatan moral yang paling mengerikan tetapi juga pandangan dan tindakan menjijikkan di era yang menjunjung tinggi demokratisasi.&lt;br /&gt;Pemerintah harus segera menghentikan berbagai kebijakan yang masih bersifat sentralistik. Jangan ada lagi perencanaan yang bersifat top down. Buatlah kebijakan yang lebih mengakomodasi aspirasi dan kepentingan masyarakat yang ada di daerah. Enyahkan duka dan lara masyarakat dari kekejian konflik SARA.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bppmd-sulsel.go.id/in/images/stories/Sulsel.jpg" target="_top"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-8534876866640584459?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8534876866640584459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8534876866640584459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/isu-sara-berhembus-lagi-di-kampungku.html' title='Isu SARA berhembus lagi di kampungku'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/R0AZ7nVBmFI/AAAAAAAAACo/y8BB2iMOfZE/s72-c/images%5B36%5D.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-1430771965940717723</id><published>2007-11-13T23:28:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:25.381-08:00</updated><title type='text'>Demokrasi, mantra untuk mengelabui rakyat</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/Rzql4ZavCDI/AAAAAAAAAB0/yzuFrQ_bQMo/s1600-h/images[42].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132597113656379442" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/Rzql4ZavCDI/AAAAAAAAAB0/yzuFrQ_bQMo/s320/images%5B42%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dimanakah pemerintah ketika berjuta generasi bangsa tidak bisa sekolah sementara masa depan negara ini kelak disematkan pada mereka&lt;br /&gt;Demokrasi rakyat kedaulatan rakyat. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzqlNJavCCI/AAAAAAAAABs/RqUOWaAO9ms/s1600-h/images[48].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132596370627037218" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzqlNJavCCI/AAAAAAAAABs/RqUOWaAO9ms/s320/images%5B48%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;benarkah rakyat berdaulat?&lt;/div&gt;benarkah negara kita negara demokrasi?&lt;br /&gt;&lt;div&gt;sedang demokrasi sendiri hanya menjadi wacana dan ideologi yang telah dijadikan mantra untuk mengelabui dan menindas rakyatnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-1430771965940717723?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1430771965940717723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/1430771965940717723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/demokrasi-mantra-untuk-mengelabui.html' title='Demokrasi, mantra untuk mengelabui rakyat'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/Rzql4ZavCDI/AAAAAAAAAB0/yzuFrQ_bQMo/s72-c/images%5B42%5D.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-3322404094440648896</id><published>2007-11-12T11:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:25.846-08:00</updated><title type='text'>Suara rakyat itu apa?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RziwiF7NMwI/AAAAAAAAABc/G3VyNGf0vbw/s1600-h/ti_bodoh[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132045875141227266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RziwiF7NMwI/AAAAAAAAABc/G3VyNGf0vbw/s320/ti_bodoh%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;suara rakyat itu apa?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;suara rakyat itu yang kutahu hanyalah suara perut!lantang teriakannya, dalam tekanannya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;yang bersuara nyaring dikala lapar bila ditekan, diam mencekam bila dilonggarkan, malah berontak diberi kenyang, malah sendawa dan kentut balasannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;namun ada juga yang bilang,"suara rakyat itu suara hati"ah! mana ada hati bisa bicara,hati hanyalah tempat penampung racun dan penetral racun, bagai pelipur lara&lt;br /&gt;bingung saya, ambil peduli.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;sekali lagi suara rakyat itu sebenarnya apa?????&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-3322404094440648896?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/3322404094440648896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=3322404094440648896&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3322404094440648896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/3322404094440648896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/suara-rakyat-itu-apa.html' title='Suara rakyat itu apa?'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RziwiF7NMwI/AAAAAAAAABc/G3VyNGf0vbw/s72-c/ti_bodoh%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7757383412423180312</id><published>2007-11-10T18:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:26.160-08:00</updated><title type='text'>RAmbu solo' gerbang menuju surga masyarakat toraja</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzZlhV7NMrI/AAAAAAAAAA4/7nuBKAoyJSo/s1600-h/IMG_1302[2].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131400448930820786" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzZlhV7NMrI/AAAAAAAAAA4/7nuBKAoyJSo/s320/IMG_1302%5B2%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzZlV17NMqI/AAAAAAAAAAw/7xaJDuBQwoY/s1600-h/images[15].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5131400251362325154" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzZlV17NMqI/AAAAAAAAAAw/7xaJDuBQwoY/s320/images%5B15%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Bagi suku Toraja, Rambu Solo` adalah upacara untuk memakamkan leluhur atau orang tua tercinta. Tradisi leluhur ini sekaligus menjadi perekat kekerabatan masyarakat Toraja terhadap tanah kelahiran nenek moyang mereka.Suatu hari di dataran tinggi Tanah Toraja. Saat itu, malam kian kelam ketika rembulan memancarkan pantulan cahayanya. Di sekeliling halaman Tongkonan atau rumah adat Tana Toraja terlihat sanak saudara dan para keluarga mendiang Lai Sumule berkumpul menandai dimulainya pembukaan ritual pemakaman adat Toraja. Suasana pun menjadi sakral ketika mereka bersama-sama melantunkan syair kesedihan dalam tarian Mabadong. Tarian ini menyimbolkan ratapan kesedihan mengingat jasa mendiang semasa hidupnya serta sebagai ungkapan dukacita bagi orang-orang yang ditinggalkannya.Adapun, orang Toraja meyakini, seorang bangsawan akan mendapatkan tempat yang terhormat dalam strata sosial masyarakat. Mereka selalu menjunjung tinggi orang yang berstatus bangsawan untuk dihormati serta dicintai layaknya seorang raja. Pandangan semacam inilah yang acap ditemui di dalam masyarakat adat Toraja hingga sekarang.Sejak dahulu kala hingga sekarang, orang Toraja memang mewarisi kebudayaan megalit atau zaman batu. Pewarisan nilai sejarah tersebut dapat terlihat di dalam setiap upacara pemakaman para bangsawan. Ini menandakan tradisi kebudayaan purbakala memang melekat erat dalam adat istiadat masyarakat Tana Toraja. Peninggalan masa megalit atau megalitikum. Tengok saja batu-batu menhir setinggi tiga meter yang berada di sana. Orang Toraja menyebutnya sebagai simbuang batu.Dalam ritual pemakaman, simbuang batu berfungsi sebagai tempat mengikat kerbau yang akan dikurbankan dalam upacara. Konon, batu menhir ini ditancapkan pertama kali tahun 1657. Ketika itu ratusan ekor kerbau dikurbankan untuk upacara pemakaman Dinasti Rante Kalimbuang.Kini, zaman telah berubah, seiring munculnya agama-agama Samawi yang mengubah keyakinan agama orang Toraja. Kendati begitu, tradisi dan budaya leluhur mereka masih dipegang erat. Tradisi leluhur inilah yang kemudian menjadi perekat kekerabatan masyarakat Toraja akan tanah kelahiran nenek moyang mereka.Saat prosesi pemakaman adat Toraja yang dinamakan upacara Rambu Solo`, misalnya. Boleh dibilang, Rambu Solo` adalah ritual yang sangat panjang dan melelahkan. Sebab kematian bukanlah akhir dari segala risalah hidup. Maka, suatu kewajiban bagi keluarga untuk merayakan pesta terakhir sebagai bentuk penghormatan kepada arwah yang akan menuju ke alam puya atau alam baka.Biasanya pesta kematian berjalan hingga berhari-hari. Tak sedikit pula biaya yang harus dikeluarkan pihak keluarga untuk membiayai jalannya prosesi Rambu Solo`. Selama itu, jenazah disemayamkan dalam peti rumah duka.Walau secara medis seseorang telah dianggap meninggal dunia, berdasarkan adat istiadat Toraja, orang yang mati dianggap sedang tidur selama keluarga belum menjalankan upacara Rambu Solo`. Contohnya mendiang Ne Ne Lai Sumule. Dia meninggal sejak enam bulan silam. Namun secara adat ia masih diperlakukan layaknya orang yang menderita sakit.Malam semakin larut. Ritual demi ritual pun telah dijalankan. Sekarang saatnya pihak keluarga melangsungkan ritual Ma`tundan atau membangunkan arwah. Seiring dimulainya Ma`tundan, suasana duka kembali tergurat di wajah sanak saudara dan orang-orang terdekat dari mendiang. Air mata pun jatuh bercucuran sebagai wujud orang yang mereka cintai baal pergi selamanya.Dan, hari itu, status sosial kebangsawanan itu terlihat pada bagian upacara Rambu Solo` atas kematian Ne Ne Lai Sumule. Padi yang tersimpan dalam lumbung tengah dipersiapkan untuk ditumbuk. Ritual tumbuk padi biasa dilakukan kaum wanita yang sudah tua yang memiliki kemahiran memainkan lesung dan bambu.Bunyi-bunyian lesung dan bambu tersebut dilakukan bersamaan dengan prosesi pemindahan jasad Ne Ne Lai Sumule dari rumah duka untuk disinggahkan ke rumah adat Tongkonan untuk disemayamkan selama satu malam.Maka, sanak saudara dan keluarga bahu-membahu mengangkat peti jenazah yang beratnya mencapai 100 kilogram untuk dinaikkan ke dalam rumah adat. Menurut adat Toraja prosesi ini melambangkan penyatuan kembali jenazah dengan para leluhurnya. Di dalam rumah adat, peti berisi jasad Ne Ne Lai itu harus dijaga semalam suntuk oleh sanak keluarga.Maka tarian penghormatan pun dilakukan. Kain merah dibentangkan sebagai lambang kebesaran suku Toraja. Sanak saudara dan warga bahu-membahu mengantarkan peti jenazah ke bawah lumbung.Ketika peti mati diturunkan, sorak-sorai bergema di antara penduduk. Warga mencoba mengatasi beban berat yang bertumpu di atas pundak mereka. Kain merah atau lamba-lamba ini dibentangkan sebagai simbol jalan yang harus dilalui jenazah.Akhirnya, sampailah peti jenazah di lumbung yang letaknya tepat di bawah rumah adat. Dalam keyakinan masyarakat Toraja, peletakan jasad ke dalam lumbung selama tiga malam itu menandakan jasad mendiang telah menuju pada fase kematian yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7757383412423180312?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7757383412423180312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7757383412423180312&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7757383412423180312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7757383412423180312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/rambu-solo-gerbang-menuju-surga.html' title='RAmbu solo&apos; gerbang menuju surga masyarakat toraja'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzZlhV7NMrI/AAAAAAAAAA4/7nuBKAoyJSo/s72-c/IMG_1302%5B2%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-689153759517446451</id><published>2007-11-08T17:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:26.266-08:00</updated><title type='text'>Memilih jalan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzO480pMFNI/AAAAAAAAAAo/YqBEmegbdv8/s1600-h/images[12].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130647755568190674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzO480pMFNI/AAAAAAAAAAo/YqBEmegbdv8/s320/images%5B12%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;seorang sahabatku menulis:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;"aku memilihmu" &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;ketika kamu memilih jalan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;untuk tidak memilih ku aku mengingatmu ketika kamu mengingatkanmu untuk tidak mengingatku dalam keramaian aku mengenangmu ketika &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;dalam sepi kamu lelap dan menghanguskanku aku menunggumu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;ketika kamu menunggu aku untuk tidak menunggumu"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;sementara aku di sini menulis:"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;aku memilih sebuah jalan untuk menghindari kamudan kamu memilih melewati jalan itu untuk menghindari aku..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#999999;"&gt;"bagaimana caranya membuat hati mati rasa? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-689153759517446451?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/689153759517446451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=689153759517446451&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/689153759517446451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/689153759517446451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/memilih-jalan.html' title='Memilih jalan'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzO480pMFNI/AAAAAAAAAAo/YqBEmegbdv8/s72-c/images%5B12%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-8525187938083591858</id><published>2007-11-08T17:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:26.434-08:00</updated><title type='text'>Rokok, Puisi, dan Politik</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzO1qkpMFMI/AAAAAAAAAAg/UVCKgta3axU/s1600-h/los.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130644143500694722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzO1qkpMFMI/AAAAAAAAAAg/UVCKgta3axU/s320/los.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Satu lembar puisi terpatri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Sepuluh batang rokok Asapnya terbang ke langit jingga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Seribu janji partai politik Memenuhi isi kepala&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Setelah ituMemakan siapa saja Dan kau memilih gombalYang mana Bicara kasar sedikitTak apa-apa Paling buruk ditendangAtau dimata-matai setiap langkahSepuluh batang rokokSatu lembar puisi Seribu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;janji partai politikTak dapat ditepatiSatu lembar puisiSepuluh batang rokok &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Seribu janji selalu diingkariSepuluh batang rokokSatu lembar puisi Seribu janji dikhianati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Satu lembar puisiSepuluh batang rokok Seribu…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-8525187938083591858?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/8525187938083591858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=8525187938083591858&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8525187938083591858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/8525187938083591858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/rokok-puisi-dan-politik.html' title='Rokok, Puisi, dan Politik'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzO1qkpMFMI/AAAAAAAAAAg/UVCKgta3axU/s72-c/los.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-7830533013475693614</id><published>2007-11-07T18:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:26.583-08:00</updated><title type='text'>Salam buat sang fajar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzKAu0pMFLI/AAAAAAAAAAY/WZtlu-xCzbE/s1600-h/1808287797_e661fd53c4[1].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130304467422155954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzKAu0pMFLI/AAAAAAAAAAY/WZtlu-xCzbE/s320/1808287797_e661fd53c4%5B1%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Lihatlah hari ini&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;sebab ia adalah kehidupan dari kehidupan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dalam sekejap dia telah melahirkan berbagai hakikat dari wujudmu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Karena, hari kemarin tak lebih dari sebuah mimpi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;dan esok hari adalah bayangan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun hari ini ketika anda hidup sempurna,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;telah membuat hari kemarin sebagai impian yang indah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setiap hari esok adalah bayangan yang penuh harapan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;maka lihatlah hari ini, inilah salam&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;untuk SANG FAJAR.......&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-7830533013475693614?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/7830533013475693614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=7830533013475693614&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7830533013475693614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/7830533013475693614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/salam-buat-sang-fajar.html' title='Salam buat sang fajar'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzKAu0pMFLI/AAAAAAAAAAY/WZtlu-xCzbE/s72-c/1808287797_e661fd53c4%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-5560524604300302723</id><published>2007-11-07T16:48:00.000-08:00</published><updated>2007-11-12T11:21:56.909-08:00</updated><title type='text'>Api dipantik dari tanah runtuh</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;Ini kisah tentang Tanah Runtuh. Sebuah kawasan di Kelurahan Gebang Rejo, Poso Kota. Dulunya dikenal sebagai PAM, lantaran di situ berdiri perusahaan air minum daerah. Suku yang mendiami begitu heterogen. Ada banyak suku di sana. Mulai Bugis, suku Asli Poso sampai Jawa dan Sunda. Senin, 22 Januari 2007. Belum lama fajar menyingsing. Waktu masih menunjukkan pukul 07.00 WITA. Derap sepatu Polisi dan raungan kendaraan taktis dan lapis baja polisi mulai terdengar. Suasana tegang. Rupanya, patroli Polisi tengah melakukan penyisiran mencari sejumlah tersangka aksi-aksi kekerasan bersenjata di Poso. Sasarannya kawasan Tanah Runtuh, Gebang Rejo, Poso Kota. Dan tiba-tiba, darrr, derrr, dorrr…mulai terdengar. Kelompok bersenjata yang menjadi sasaran penyisiran Polisi menembaki patroli tersebut, bahkan melemparkan bom. Singkat cerita, suasana bak perang. Akibatnya, seorang polisi tewas dan 13 warga sipil tewas dalam baku tembak itu. Ada apa sebenarnya di Tanah Runtuh? Baiknya kisah ini dimulai dari sebuah pesantren. Dinamai Amanah oleh pendirinya Ustadz Haji Muhammad Adnan Arsal atau biasa diberi inisial AA oleh Polisi. Topografinya berbukit. Banyak pohon jati di tanam di atasnya. Sekarang dinamai Tanah Runtuh lantaran beberapa tahun lalu, badan jalan di sisi Sungai Poso di bibir kawasan yang masuk dalam Kelurahan Gebang Rejo, Poso Kota itu runtuh. Di lokasi itu Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia sampai saat ini masih mengejar BSR, seorang lelaki asal Poso, Sulawesi Tengah. Lelaki itu diduga sebagai tersangka pelaku mutilasi tiga siswi Sekolah Menengah Umum Kristen Gereja Kristen Sulawesi Tengah di Poso pada Sabtu (29/10/2005) tahun silam lalu. Ia yang juga kini dituding polisi merupakan pelaku kunci dalam aksi baku tembak Senin (22/1) lalu. Untuk diketahui, saat ini, untuk memasuki kompleks Pesantren Amanah, Tanah Runtuh, Kelurahan Gebang Redjo, Poso Kota kita harus mengantongi izin dari Ustadz Adnan Arsal. Beberapa wartawan sempat lolos dan melakukan peliputan namun beberapa lainnya harus pulang menggigit jari, karena ketatnya pengawasan. Dari penelusuran, ternyata pesantren yang disamakan Wakil Presiden Yusuf Kalla dengan pesantren Al Islam Ngruki, Jawa Tengah, ini berisi 16 santri putri, 47 santri anak-anak seusia taman kanak-kanak dan 65 orang santri putra seusia anak-anak sekolah menengah pertama alias abege. Pesantren ini didirikan tanggal 4 Mei 2001 untuk menampung mantan santri Pesantren Walisongo, di Kilo 9 Lage, Poso, yang dibakar dan sekitar 200 santrinya dibunuh para perusuh dalam konflik Poso Mei 2000. Lalu yang satu lagi di Landangan, Poso Pesisir yang menjadi tempat belajar 65 santri putra. Saat ini, pesantren Amanah berdiri di dua lokasi berbeda. Pesantren Amanah di Tanah Runtuh menjadi tempat belajar 16 santri putri dan 47 santri anak-anak seusia taman. Tidak ada kegiatan lain yang mencolok dari para santri kecuali belajar agama. Pengajaran agamanya disesuaikan dengan kurikulum nasional. Adapun pengajian kitab kuning dilaksanakan di luar jadwal jam pelajaran sekolah. Memang kini pesantren itu terkesan tertutup dari orang luar. Itu terjadi lantaran setiap peristiwa kekerasan terjadi di Poso, pesantren ini selalu menjadi sasaran penggeledahan polisi. Makanya, mereka terkesan sangat berhati-hati menerima tamu. Sebab polisi yang biasa datang selain memakai seragam juga ada yang tidak. Nama kawasan ini terkenal setelah kerusuhan Poso pada 2000 silam. Saat itu, pesantren Walisongo di KM 9, Poso dibakar, dan santrinya dibantai perusuh. Lalu sebagian besar warga Walisongo kemudian pindah ke Tanah Runtuh. Sejak saat itu bara api mulai menyala di sana. Rata-rata aksi-aksi kekerasan bersenjata ini dilakukan oleh sejumlah remaja dan pemuda dari kawasan ini. Bahkan kemudian ada di antara mereka yang belajar di Pesantren Amanah. Wajarlah kemudian pesantren ini begitu dikenal dan dijadikan sasaran patroli Polisi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-6d4c4d562bf6cc8a" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v21.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D6d4c4d562bf6cc8a%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331316365%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D84B385E260F856388D7FC739BB4D1516DD17AF21.B987197AB105F5EDBC49B443A5368FB41173117%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D6d4c4d562bf6cc8a%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DLbABazEkpuOYsYupp3lz1X8M5K4&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v21.nonxt6.googlevideo.com/videoplayback?id%3D6d4c4d562bf6cc8a%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331316365%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D84B385E260F856388D7FC739BB4D1516DD17AF21.B987197AB105F5EDBC49B443A5368FB41173117%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D6d4c4d562bf6cc8a%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DLbABazEkpuOYsYupp3lz1X8M5K4&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-5560524604300302723?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=6d4c4d562bf6cc8a&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/5560524604300302723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=5560524604300302723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5560524604300302723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5560524604300302723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/api-dipantik-dari-tanah-runtuh.html' title='Api dipantik dari tanah runtuh'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-4421947409711344211</id><published>2007-11-07T16:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T22:16:26.697-08:00</updated><title type='text'>Mematikan bara api yang masih menyala</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzinfF7NMvI/AAAAAAAAABU/uctDlAEcwuc/s1600-h/polisi-sisir.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5132035927996969714" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzinfF7NMvI/AAAAAAAAABU/uctDlAEcwuc/s320/polisi-sisir.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#666666;"&gt;Poso, seperti diciptakan Tuhan tidak dengan senyum. Setiap hari ada saja kabar yang membuat miris hati. Setiap waktu ada lagi yang mati. Entah karena timah panas yang terlontar dari senapan Polisi atau kelompok bersenjata, entah pula karena sebongkah bom yang merenggut nyawa. Kekerasan demi kekerasan di Poso seperti benang kusut yang sulit diurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu itu senin (22/1). Matahari belum lagi naik sepenggalah dari ufuk timur. Pagi masih dalam ketenangan, namun tiba-tiba salakan senjata memecahnya. Ratusan Polisi bersenjata lengkap, berompi antipeluru dan berkendaraan lapis baja menyerbu persembunyian kelompok bersenjata di kawasan Tanah Runtuh, Kelurahan Gebangrejo, Poso Kota, Sulawesi Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wangi udara pagi pun berganti amis darah. Seorang Polisi tewas, klo tidak salah Rony Iskandar namanya. Perwira dari Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat itu meregang nyawa akibat tembakan di batok kepalanya. Lalu tujuh anggota Polisi lainnya luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... yang tragis lagi, 13 warga Gebangrejo yang diidentifikasi sebagai bagian dari kelompok bersenjata yang menyerang Polisi tewas ditembak.&lt;br /&gt;Dari situlah cerita kekerasan kemudian mengalir lagi di Poso. Lebih dari 20 orang warga ditangkap dan disiksa Polisi, lalu kemudian dibebaskan dengan wajah dan tubuh biru lebam. Mereka rupanya korban salah tangkap Polisi. Lalu sejumlah rumah pun hancur dan berlubang-lubang dindingnya dihantam tembakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, saatnya sudah bara api yang masih menyala dimatikan. Tidak mungkin untuk terus hidup di antara kekerasan demi kekerasan. Atau jangan-jangan Tuhan memang menciptakan Poso tidak dengan senyuman! Rasanya tentu tidak mungkin, sebab semua agama mengajarkan kedamaian dan cinta kasih. Semoga saja pasca kontak senjata januari lalu, poso kembali damai lagi,.. tak ada lagi pertumpahan darah di bumi sintuwu marusu itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-9effae0f1ec41825" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v3.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3D9effae0f1ec41825%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331316365%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D6017697D594073F1243CDB51C9413150B1F1C7B2.58E1C75A088FD448856A92B20E2C66687A2A3CA2%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D9effae0f1ec41825%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DbaUoKHt07Mjte3bjh6U4QivmlNo&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v3.nonxt7.googlevideo.com/videoplayback?id%3D9effae0f1ec41825%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331316365%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D6017697D594073F1243CDB51C9413150B1F1C7B2.58E1C75A088FD448856A92B20E2C66687A2A3CA2%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D9effae0f1ec41825%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DbaUoKHt07Mjte3bjh6U4QivmlNo&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-4421947409711344211?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=9effae0f1ec41825&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/4421947409711344211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=4421947409711344211&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4421947409711344211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/4421947409711344211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/mematikan-bara-api-yang-masih-menyala.html' title='Mematikan bara api yang masih menyala'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K5iQ6b3Yoy0/RzinfF7NMvI/AAAAAAAAABU/uctDlAEcwuc/s72-c/polisi-sisir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3633083838991782446.post-5955012798725236911</id><published>2007-11-07T16:11:00.000-08:00</published><updated>2007-11-12T11:22:44.376-08:00</updated><title type='text'>Konflik poso, jalan tak berujung</title><content type='html'>&lt;span style="color:#666666;"&gt;Konflik berujung kekerasan di Poso, Sulawesi Tengah tidak begitu saja terjadi. Banyak persoalan yang melatarbelakanginya. Salah satunya adalah masalah politik setempat yang kemudian menyeret empati komunal dan melahirkan kekerasan baru. Aparat keamanan juga dianggap memberi sumbangan bagi belum berujung konflik di kota tua di Sulawesi Tengah ini.Darr…Derr…Dorr…Salakan senjata memecah malam pada Minggu (22/10/2006) silam di Jalan Pulau Irian Jaya, Kelurahan Gebang Rejo, Poso, Sulawesi Tengah. Sebuah Pos Polisi Masyarakat ditembak orang tak dikenal. Sebanyak 14 anggota Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dan dua orang anggota Polmas Kepolisian Resor Poso terjebak di antara desingan peluru. Tak lama kemudian ratusan warga setempat mendatangi dan melempari pos itu. Situasi menjadi kacau balau di antara desingan peluru dan hantaman batu.Belasan Polisi itu pun terpaksa mesti meminta bantuan melalui pesawat handy talky. Lalu sekitar 1 Satuan Setingkat Kompi Brimob Bawah Kendali Operasi Polres Poso dari Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat pun didatangkan. Mereka datang mengendarai baracuda, kendaraan lapis baja modifikasi milik Polri. Evakuasi pun dilakukan. Sejumlah anggota Polisi pun mengeluarkan tembakan beruntun. Akibatnya, Syaifuddin alias Udin tewas diterjang peluru anggota Brimob, sementara Muhammad Rizky dan Maslan terluka parah diterjang timah panas pasukan elit Polri itu. Suasana pun makin memanas hingga dinihari. Beruntung sahur memutus amarah warga. Besok harus melaksanakan ibadah puasa lagi.Esoknya, ketika mengantar jenazah Udin, sejumlah Brimob lepas kendali menembaki pengiring jenazah di Jalan Pulau Seram. Seorang bocah bernama Galih Pamungkas (3,5) terkena peluru nyasar. Saat itu bocah Galih berada di dalam rumahnya.Selama tiga hari, Poso dalam keadaan tegang dan kemudian mereda kembali setelah perayaan hari raya Idul Fitri pada Selasa (24/10/2006). Itu gambaran bagaimana aparat keamanan juga menjadi bagian dari konflik Poso. Nah, berikutnya soal bagaimana carut marut rivalitas politik juga menjadi salah satu penyumbang konflik. Sesungguhnya, benang konflik Poso dimulai sejak 1998. Saat itu, kursi Bupati Poso yang ditinggalkan Arif Patanga lama tak terisi. HB Paliudju, Gubernur Sulteng kala itu, menunjuk Haryono untuk menjadi penjabat bupati. Namun keputusan ini menimbulkan tarik menarik figur pengganti Arif.Kemudian muncul nama Abdul Muin Pusadan, anggota Fraksi Golkar DPRD Sulteng yang didrop dari atas untuk menjadi calon bupati. Setelah itu, serangkaian kerusuhan pun terjadi. Entah bagaiamana, masalah agama kemudian terbawa-bawa. Saat itu orang menginginkan Abdul Malik Syahadat, tokoh Islam yang dekat dengan sejumlah pemuka Kristen di Poso. Malik kemudian kebagian menjadi Wakil Bupati Poso.Masalah muncul lagi, ketika jabatan sekretaris kabupaten lowong. Sebagian masyarakat Kristen menginginkan Nus Pasoreh. Sementara masyarakat Islam menginginkan Awad Alamri."Pembagian kekuasaan yang tidak adil menjadi penyebab semua itu," kata Datlin Tamalagi, tokoh masyarakat Poso. Kini dia menjadi Bupati Morowali, daerah pemekaran Poso.Saat itu, hanya lantaran kesalahpahaman yang terjadi antara Roy Runtu Bisalembah yang kebetulan beragama Kristen dan Ahmad Ridwan yang anggota remaja Islam Masjid Darussalam Poso, Kota Poso memanas. Perang batu terjadi antara warga Kristen dan Islam. Tokoh-tokoh semacam Yahya Mangun, sesepuh Muhammadiyah Poso, Arif Patanga dan Yahya Pattiro mencuat namanya karena berusaha mendamaikan massa. Tapi api terlanjur dipantik. April 1999, massa Muslim yang marah karena provokasi seorang pemuda membakar permukiman Kristen di Lombogia. Tewasnya dua orang warga akibat tertembak oleh anggota Brimob makin membesarkan nyala api. Lalu tahun 2000, sepasukan warga menyerang permukiman Islam sepanjang Poso Pesisir. Poso menjadi ladang api dan darah sepanjang Mei – Juli 2000. Dalam catatan Pemerintah Kabupaten Poso kala itu, tak kurang 577 orang tewas terbunuh dalam pertikaian bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan itu. Lalu kerugian materil meliputi, 7.932 buah rumah penduduk terbakar, 1.378 rusak berat dan 690 buah rusak ringan. Sedangkan rumah ibadah yang terbakar tercatat masjid 27 buah, gereja 55 buah dan pura 1 buah. Kerugian materil itu juga ditambah dengan 239 kendaraan bermotor yang terbakar. Kondisi sosial, ekonomi dan politik kabupaten penghasil kayu Ebony seluas 1.443.736 hektare itu pun porak-poranda. Lalu hampir 27 ribu pengungsi menyelamatkan diri ke Palu, Makassar dan Manado.Konflik baru sedikit mereda setelah Muhammad Jusuf Kalla yang ketika itu masih sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah Pemerintahan Gus Dur menggelar Pertemuan Malino untuk Poso. Sebanyak 44 tokoh Islam dan Kristen termasuk Sofyan Faried Lembah dari Front Solidaritas Islam Revolusioner dan Pendeta Rinaldy Damanik dari Gereja Kristen Sulawesi Tengah pun berjabatantangan. Tanggal 19-20 Desember 2001 di Malino, Sulawesi Selatan menjadi momentum sejarah teramat penting bagi pulihnya keamanan di Poso. Sayang, banyak aksi-aksi kekerasan yang menciderai. Salah satu aksi kekerasan terbesar adalah ketika 22 orang tewas akibat peledakan bom di Pasar Tentena pada Sabtu, 25 Mei 2004. Diikuti kemudian oleh sejumlah aksi kekerasan dalam skala yang lebih kecil. Salah satunya adalah peledakan bom di Pasar Hewan Khusus di Palu pada 31 Desember 2005. Tiga orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka. Kekerasan terus membayangi Sulawesi Tengah sepanjang 1998 – 2006 ini, bahkan makin mengkhawatirkan ketika Pendeta Irianto Kongkoli, Sekretaris Majelis Sinode GKST tewas ditembak orang tak dikenal, Senin (16/10/2006). Tentu saja banyak yang marah dan meradang, tidak ada tempat aman di wilayah ini.Sebab PolitikApa yang sebenarnya terjadi? "Banyak persoalan yang terakumulasi menjadi satu. Salah satunya adalah kecemburuan sosial. Mereka menyaksikan bagaimana masyarakat pendatang begitu maju, sementara penduduk asli cuma jalan di tempat," kata sesepuh Muhammadiyah Poso, Yahya Mangun dalam sebuah wawancara.Yang dimaksud Yahya adalah bagaimana masyarakat asli Poso yang Kristen dan Islam kemudian tersisih oleh para pendatang dari Makassar dan Gorontalo, juga Jawa. Mereka berhasil karena ulet, sementara masyarakat asli patah semangat.Bagaimana soal politik? Sebagai catatan, di DPRD Poso saat ini, Partai Damai Sejahtera memiliki 6 kursi disusul oleh Partai Golkar 5 kursi. Selanjutnya Partai Patriot 4 kursi, PDIP dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan 2 kursi. Disusul PAN, Partai Demokrat, PPP, PKS dan Partai Pelopor, masing-masing 1 kursi. Ketua DPRD Poso periode 2004-2004 kini adalah Sawerigading Pelima yang naik dengan bendera PDS. Ada yang menarik menjadi catatan jika membicarakan proses suksesi politik di Poso. Jika sentimen agama mencuat, maka segregasi populasi berdasar agama penting disimak.Dalam catatan Biro Pusat Statistik Sulteng, Islam menjadi agama mayoritas di kecamatan-kecamatan pesisir, seperti Kecamatan Ampana Kota, Ampana Tete, Tojo, Una-una, Walea Kepulauan, dan Ulubongka (Kabupaten Poso) dan Kecamatan Bungku Selatan, Bungku Tengah, Bungku Barat, Bungku Utara, dan Menui Kepulauan (Kabupaten Morowali).Sebaliknya, Kristen menjadi agama mayoritas di kecamatan-kecamatan dataran tinggi, seperti Kecamatan Pamona Utara, Pamona Selatan, Pamona Tengah, Lore Utara, Lore Tengah, dan Lore Selatan (Kabupaten Poso) dan Kecamatan Mori Atas dan Lembo (Kabupaten Morowali).Segregasi juga terlihat di wilayah kecamatan di mana penduduk beragama Islam dan Kristen berimbang. Misalnya, sebelum konflik di dalam wilayah Kecamatan Poso Kota, penduduk beragama Islam mayoritas menghuni kelurahan Kayamanya, Bonesompe, dan Lawanga. Sebaliknya, penganut Kristen mayoritas berada di Kelurahan Kasintuvu, Lombogia, dan Kawua.Populasi masyarakat Muslim di Poso juga ditambah dengan kedatangan migran Bugis, Makassar dan Gorontalo yang merupakan penganut Islam. Mereka menyebar di kecamatan-kecamatan pesisir yang juga merupakan kecamatan yang didominasi umat Islam. Sebaliknya, migran penganut Kristen asal Minahasa dan Toraja cenderung memilih kecamatan-kecamatan di dataran tinggi yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.Pada 1970-an, jumlah pemeluk Kristen separuh dari jumlah pemeluk agama lainnya. Pemeluk Islam bertambah seiring dengan banyaknya masuk migran Gorontalo, Bugis dan Makassar. Kini pemeluk Islam dan Kristen hampir setara.Ketua Kaukus Daerah Konflik dan Daerah Bekas Konflik, M Ichsan Loulembah, mengatakan solusi bagi adanya konflik berlatarbelakang sentimen agama itu bisa diselesaikan dengan pemekaran wilayah Poso (setelah Morowali dan Tojo Unauna) menjadi Kabupaten Pamona Raya.Syamsu Alam Agus, penggiat di KONTRAS menilai, kedamaian Poso terletak pada kesadaran para elit. Konflik terjadi jika para politisi membawa-bawa sentimen agama dalam aksi-aksi politik mereka. TerorismeMinggu (29/10/2006), Wakil Presiden Yusuf Kalla bertemu dengan sejumlah tokoh Islam dan Kristen di Gubernuran Siranindi, Palu, Sulawesi Tengah. Banyak hal yang dibicarakan. Ada beberapa hal penting bisa menjadi catatan. Sebelumnya, pernyataan Kalla agar Polisi menangkap teroris di Poso memantik kecaman. Sebab lagi-lagi Kalla melihat kelompok tertentu di Poso terlibat dalam aksi kekerasan itu. Soalnya Kalla pernah menuduh Ustadz Adnan Arsal, pimpinan Pondok Pesantren Amanah Poso mengetahui siapa pelaku mutilasi tiga siswi SMU Kristen GKST Poso pada 29 November 2005. Tentu saja Adnan berang dituding seperti itu. Makanya ketika Kalla mengeluarkan statemen seperti itu, mata semua orang pun menohok Adnan yang jauh-jauh hari sudah mengeluarkan bantahan dirinya terlibat dalam aksi-aksi kekerasan itu. Sebab menurutnya pesantrennya hanya mengajarkan kurikulum yang berbasis pada kurikulum pendidikan agama dari Departemen Agama Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-36e437cae3991b34" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v12.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D36e437cae3991b34%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331316365%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D841C9C6EF53FB105F31BD098AF530BFA63DD1CAC.BF76F472DF584001D61AB4E2A3DF3D7DEC20429%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D36e437cae3991b34%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DvPEXs7NByjaFmbP-7K6YYGHKO9U&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"flashvars="flvurl=http://v12.nonxt1.googlevideo.com/videoplayback?id%3D36e437cae3991b34%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331316365%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D841C9C6EF53FB105F31BD098AF530BFA63DD1CAC.BF76F472DF584001D61AB4E2A3DF3D7DEC20429%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D36e437cae3991b34%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3DvPEXs7NByjaFmbP-7K6YYGHKO9U&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3633083838991782446-5955012798725236911?l=reporterkampung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='video/mp4' href='http://www.blogger.com/video-play.mp4?contentId=36e437cae3991b34&amp;type=video%2Fmp4' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://reporterkampung.blogspot.com/feeds/5955012798725236911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3633083838991782446&amp;postID=5955012798725236911&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5955012798725236911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3633083838991782446/posts/default/5955012798725236911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://reporterkampung.blogspot.com/2007/11/konflik-poso-jalan-tak-berujung.html' title='Konflik poso, jalan tak berujung'/><author><name>Anak Kolong Langit</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13307023596839104889</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
